Forum CSR Provinsi Banten Banten Siapkan Website Transparan,
Serang – Forum CSR Banten mulai menghadirkan langkah baru dalam memperkuat transparansi dan efektivitas program tanggung jawab sosial perusahaan di Provinsi Banten. Salah satu terobosan yang kini disiapkan adalah platform digital melalui website resmi csr.bantenprov.go.id sebagai sarana penghubung antara perusahaan dan masyarakat.
Kehadiran website Forum CSR Banten tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi yang lebih terbuka, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui sistem digital itu, masyarakat dapat menyampaikan persoalan sosial maupun kebutuhan di lingkungan masing-masing, sementara perusahaan bisa memilih program CSR yang ingin didukung sesuai bidang dan prioritas mereka.
Wakil Ketua I Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Banten, Uday Suhada, menegaskan bahwa Forum CSR Banten bukan lembaga pengumpul dana perusahaan seperti yang selama ini masih dipahami sebagian masyarakat. Menurutnya, forum hanya berfungsi sebagai jembatan kolaborasi agar program CSR lebih terukur dan berdampak nyata.
“Forum CSR bukan lembaga pengumpul uang perusahaan. Tugas kami bagaimana mengkolaborasikan kebutuhan masyarakat dengan program perusahaan agar manfaatnya lebih terukur,” kata Uday Suhada dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Uday menjelaskan, dirinya bersama jajaran pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial Kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan (TJSKBLP) Provinsi Banten periode 2026-2030 telah dikukuhkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni. Pengukuhan itu sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia mengatakan, keberadaan platform digital tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan program CSR di Banten. Selain itu, website juga dirancang untuk mempermudah pemetaan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian perusahaan.
Melalui platform https://csr.bantenprov.go.id , Forum CSR ingin memastikan program bantuan tidak lagi berjalan sporadis atau sekadar formalitas. Seluruh program nantinya diarahkan agar memiliki dampak pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami akan membuat SOP agar program-program CSR lebih tepat guna dan berdampak pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Uday juga menegaskan bahwa dana CSR tetap berada dalam pengelolaan perusahaan masing-masing. Forum CSR Provinsi Banten tidak mengelola dana tersebut secara langsung sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalkan.
“Yang paling penting adalah bagaimana program CSR ini benar-benar bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya menekankan bahwa Forum CSR Provinsi Banten memiliki peran strategis sebagai ruang gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk penegasan amanah, panggilan tanggung jawab, dan momentum untuk memulai kerja besar yang lebih terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dengan hadirnya platform digital tersebut, Forum CSR Banten berharap perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terhubung lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. [Doni]








