Kondisi Jalan Raya Kampung Melayu Teluknaga Gelap Tanpa ada Penerangan
KABUPATEN TANGERANG,– Kondisi gelapnya Jalan Raya Teluknaga akibat lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi mendapat sorotan dari pengendara, Aktivis hingga tokoh masyarakat setempat. Minimnya penerangan, ditambah kondisi jalan yang berlubang, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Ray Sukari, selaku Relawan Perbup 12 menegaskan, persoalan PJU bukan sekadar gangguan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama.
“Ini bukan hal sepele. Ketika jalan, yang dipertaruhkan adalah keselamatan warga. Tidak boleh diabaikan,” ujarnya, Selasa (4/5/2026).
Ia menilai perlunya perhatian lebih serius dari instansi terkait dalam memastikan fasilitas penerangan jalan berfungsi optimal. Menurutnya, pemeliharaan PJU harus dilakukan secara rutin dan responsif terhadap laporan masyarakat.
“Perawatan itu tanggung jawab. Jika ada titik gelap yang dibiarkan, berarti ada yang harus dievaluasi dalam pengawasan di lapangan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak lanjutan dari kondisi tersebut. Jalan yang gelap, menurutnya, tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan akibat lubang yang tidak terlihat, tetapi juga berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi pengendara.
“Urusan nyawa jangan disepelekan, sampai masyarakat merasa tidak aman di jalannya sendiri. Ini soal kehadiran negara dalam memberi perlindungan,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah pengendara mengaku khawatir melintasi jalur tersebut pada malam hari. Mereka berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki PJU serta kondisi jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab padamnya PJU maupun rencana perbaikan. (NBL)









