Transparansi pengelolaan dana CSR di Kota Tangerang, Forum TJSL dinilai belum menyentuh komunitas dan masyarakat akar rumput
KOTA TANGERANG,- Di tengah seruan efisiensi anggaran yang membatasi gerak organisasi perangkat daerah (OPD), keberadaan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kota Tangerang justru menuai tanda tanya. Forum yang digadang sebagai penghubung kepentingan perusahaan dan masyarakat itu dinilai belum menunjukkan dampak signifikan di lapangan.
Sejumlah komunitas dan penggerak lokal mengaku kesulitan mengakses program pemberdayaan, meski potensi dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Kota Tangerang terbilang besar dan tersebar di berbagai kecamatan.
Kondisi ini memunculkan kesenjangan antara harapan dan realisasi. Di satu sisi, kebutuhan pemberdayaan masyarakat terus meningkat. Di sisi lain, kanal distribusi melalui Forum TJSL dinilai belum transparan dan belum terkomunikasikan secara luas.
“Kalau memang forum ini menjadi pengelola atau fasilitator dana CSR, maka publik berhak tahu ke mana arah programnya dan siapa yang menerima manfaat,” ujar Djoko Handoko, Koordinator Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (Almamater Lima).
Menurut Djoko, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap kinerja Forum TJSL, khususnya terkait dugaan pengelolaan dana CSR dari perusahaan swasta se-Kota Tangerang. Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari dorongan moral untuk memastikan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik.
Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai tuduhan, melainkan upaya memastikan bahwa skema kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan sesuai prinsip keadilan dan kebermanfaatan.
“Jangan sampai potensi besar CSR hanya berputar di lingkaran terbatas, sementara komunitas yang aktif justru tidak tersentuh,” ujarnya.
Secara ideal, Forum TJSL berfungsi sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengakselerasi program sosial, terutama saat kapasitas fiskal daerah terbatas. Namun, minimnya informasi publik mengenai struktur, mekanisme, hingga capaian program forum tersebut dinilai menjadi hambatan serius.
Hingga kini, belum terlihat adanya kanal informasi terbuka yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui atau mengakses program TJSL secara langsung.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai sistem kerja, transparansi pengelolaan, maupun distribusi program Forum TJSL Kota Tangerang. (NBL)









