Tokoh Betawi Kecamatan Batuceper dan Kecamatan Benda Kota Tangerang
Kota Tangerang,- Sejumlah tokoh seni budaya Betawi di Kecamatan Batuceper dan Benda, Kota Tangerang, menginisiasi langkah konkret menghidupkan ruang publik Situ Embung Batusari sebagai pusat aktivitas budaya. Gagasan ini didorong melalui diskusi publik lintas pemangku kepentingan guna memperkuat identitas lokal sekaligus membuka potensi wisata berbasis kearifan Betawi.
Diskusi tersebut diprakarsai oleh Jawara Si Benteng Kota, sebuah organisasi penggerak masyarakat yang fokus pada pelestarian dan pengembangan seni budaya Betawi. Forum ini membahas rencana pengembangan kawasan situ embung menjadi lokus budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat adat Betawi di Kota Tangerang.
Kepala Bidang Litbang Jawara Si Benteng Kota, Djoko Handoko yang akrab disapa Bang Djalu memaparkan program kerja tahunan lembaga. Ia menyebutkan terdapat lima program prioritas, salah satunya adalah aktivasi dan optimalisasi ruang publik melalui konsep kampung budaya.
“Ruang publik seperti situ embung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan seni budaya masyarakat. Ini bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi berbasis budaya,” ujar Djalu dalam pemaparannya.
Lurah Batusari, Jariri, yang hadir sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran Jawara Si Benteng Kota memberikan energi baru bagi penguatan identitas budaya di tengah masyarakat.
“Apa yang diupayakan ini perlu dukungan semua pihak. Komunikasi antar-stakeholder harus diperkuat agar rencana ini bisa terealisasi secara optimal,” kata Jariri.
Dalam sesi diskusi, isu pembiayaan pembangunan infrastruktur serta insentif bagi tenaga pengajar seni budaya turut menjadi sorotan.
Menanggapi hal itu, Djalu menjelaskan bahwa pihaknya akan mendorong keterlibatan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kota Tangerang sebagai salah satu sumber pendanaan.
“Kami akan membangun komunikasi intens dengan Forum TJSL Kota Tangerang. Batuceper dan Benda merupakan wilayah dengan kawasan industri yang cukup padat, sehingga peran TJSL sangat penting untuk mendukung keberlanjutan program ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memastikan seluruh aspek program berjalan sesuai rencana, mulai dari pengembangan infrastruktur hingga keberlangsungan kegiatan seni budaya di kawasan tersebut.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem budaya Betawi di Kota Tangerang, sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan dan inklusif. (NBL)









