Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan seleksi kepala sekolah berbasis kompetensi dan meminta peningkatan inovasi, kebersihan sekolah, serta perbaikan sarana demi mutu pendidikan.
KABUPATEN TANGERANG,- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan arah baru kepemimpinan sekolah: berbasis kompetensi dan dituntut bergerak cepat. Dalam pengarahan kepada kepala SD dan SMP negeri hasil seleksi dan rotasi, Senin (4/5/2026), ia meminta peningkatan kapasitas dan inovasi sebagai kunci mendongkrak mutu pendidikan daerah.
Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Maesyal menyampaikan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar administratif, melainkan motor perubahan di level satuan pendidikan.
“Ayo tingkatkan kompetensi dan inovasi untuk memperkuat kualitas sekolah dan proses belajar mengajar. Targetnya jelas: pendidikan yang unggul dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menekankan, proses seleksi kepala sekolah dilakukan ketat dan berlapis menimbang rekam jejak, loyalitas, kapasitas, hingga kesiapan mental. Penetapan, kata dia, melalui pembahasan objektif bersama perangkat terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan BKPSDM.
“Pengisian jabatan tidak berdasar faktor lain. Murni kompetensi. Satu posisi bisa dikaji dari beberapa calon secara menyeluruh,” kata Maesyal, menepis praktik non-merit dalam pengisian jabatan.
Menurut dia, para kepala sekolah terpilih adalah figur pilihan dari ribuan guru di Kabupaten Tangerang. Karena itu, mandat yang diemban harus dijalankan dengan akuntabilitas tinggi.
“Ini amanah besar. Jadilah pemimpin dan teladan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dalam arahannya, Maesyal juga memberi instruksi praktis yang dinilai sering terabaikan namun berdampak langsung pada kualitas belajar:
• Pertama, memastikan kebersihan dan kerapihan lingkungan sekolah, termasuk pengelolaan sampah dan kelancaran drainase.
• Kedua, mengoptimalkan program sanitasi sekolah serta memanfaatkan lahan kosong menjadi ruang produktif—misalnya budidaya cabai dan tomat sebagai media edukasi.
• Ketiga, melakukan perbaikan ringan sarana-prasarana secara mandiri tanpa menunggu anggaran daerah, sepanjang memungkinkan dengan sumber daya yang ada.
“Jangan menunggu. Sepanjang bisa dilakukan, segera kerjakan. Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman adalah fondasi pembelajaran berkualitas,” katanya.
Ia juga mengapresiasi inovasi Dinas Pendidikan dalam proses seleksi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masukan organisasi profesi seperti PGRI. Keterlibatan multipihak dinilai penting untuk menjaga transparansi sekaligus kualitas hasil seleksi.
Dengan penekanan pada meritokrasi dan percepatan aksi di tingkat sekolah, Pemerintah Kabupaten Tangerang tampak ingin menutup celah stagnasi mendorong kepala sekolah tidak hanya mengelola, tetapi benar-benar memimpin perubahan. (NBL)









