Persoalan Sampah Menjadi Langganan Persoalan, LSM Gema Palu: Pengelolaan di Tingkat Desa Dipertanyakan!

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Dudung Sukandar, Ketua LSM Gema Palu

 

KABUPATEN TANGERANG,– Permasalahan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang masih menjadi persoalan yang terus berulang. Minimnya peran pengelolaan sampah di tingkat desa dinilai menjadi salah satu penyebab penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.

 

Berdasarkan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, pemerintah desa memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah di wilayahnya.

 

Kepala desa atau lurah juga bertugas membina Tim Kebersihan Kawasan, yaitu kelompok masyarakat yang terorganisir di tingkat desa untuk membantu pengelolaan sampah.

 

Selain itu, pemerintah desa diwajibkan memfasilitasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengelolaan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R).

 

Namun fakta di lapangan menunjukkan pengelolaan sampah di tingkat desa belum berjalan maksimal. Fasilitas tempat sampah hingga tim kebersihan di beberapa wilayah masih minim.

 

Akibatnya, sampah rumah tangga di sejumlah titik sering menumpuk dan sulit tertangani.

 

Padahal pemerintah daerah telah mengeluarkan sejumlah aturan teknis, di antaranya Peraturan Bupati Tangerang Nomor 106 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui TPS 3R dan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 80 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Kabupaten Tangerang.

 

Ketua LSM Gema Palu, H. Dudung Sukandar , menilai persoalan sampah bukan hanya soal regulasi, tetapi juga implementasi di tingkat desa.

 

“Regulasinya sudah jelas, mulai dari perda hingga peraturan bupati. Namun pelaksanaannya di tingkat desa masih belum maksimal. Pengelolaan sampah seharusnya dimulai dari lingkungan RT, RW hingga desa agar penumpukan sampah bisa ditekan,” ujarnya.

 

Ia juga menilai lemahnya pengelolaan di tingkat lingkungan menjadi salah satu penyebab persoalan sampah terus berulang di sejumlah wilayah.

 

“Kalau pembinaan dan fasilitas pengelolaan sampah di desa tidak diperkuat, maka persoalan sampah akan terus menjadi masalah yang sama setiap tahunnya,” tambahnya.

 

Selain itu, pihaknya juga berencana menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tanggung jawab pemerintah desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah.

 

“Kami dari LSM Gema Palu akan menindaklanjuti persoalan ini, termasuk mendorong agar pemerintah desa dan kelurahan menjalankan tanggung jawabnya sesuai aturan yang berlaku dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.

 

Di sisi lain, masyarakat mengaku masih kebingungan karena diminta tidak membuang sampah sembarangan, sementara fasilitas tempat pembuangan sampah di beberapa wilayah belum tersedia. (NBL)

3 tanggapan untuk “Persoalan Sampah Menjadi Langganan Persoalan, LSM Gema Palu: Pengelolaan di Tingkat Desa Dipertanyakan!”

  1. Emang harusnya begitu..dari lingkup keluarga dulu baru menebar ke luar lingkungan depan rumah, tetangga dekat maupun jauh terus berangsur ke masyarakat luar rumah. Serta membentuk atitud dari tiap jiwa warganya di mulai juga dari keluarga…maka kalaupun ada sosialisasi mengenai sampah dari pihak manapun akan mudah di tanggapi serta mudah di selesaikan..selanjutnya pemerintah dapat membantu sesuai kadarnya untuk mengentaskan permasalahan sampah di wilayah yg menjadi otorita pemerintah

  2. Saya sefakat kalau Penyakit Kronis Sosial Budaya semisal permasalahan sampah & Lingkungan itu Hanya bisa “direduksi dan disembuhkan” lewat penanganan secara sistemik dan komprehensif di mulai dari level pemerintahan paling bawah yakni desa sampai ke pusat (regulasi dan sarana pendukung lainnya),..Serta pihak² Terkait lainnya Dalam hal memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan lingkungan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Tabuh Bedug Teluknaga Ke-35 Sukses Digelar, Gubernur Banten Sebut Atmosfernya Setara Event Nasional
Gemuruh Riyadu Solihin Antar Bojong Renged Raih Mahkota Juara Festival Tabuh Bedug Teluknaga Ke-35
Gubernur Banten dan Bupati Tangerang Hadiri Festival Tabuh Bedug ke-35 Teluknaga, Puluhan Ribu Warga Padati Alun-Alun
Karnaval Tabuh Bedug ke-35 Teluknaga Resmi Dibuka, Ribuan Warga Semarakkan Syiar Budaya dan Tradisi
STQ Babakan Asem Bergema, Camat Teluknaga Dorong Lahirnya Generasi Penghafal Al-Qur’an
Forum CSR Banten Siapkan Website Transparan, Warga Kini Bisa Ajukan Program Sosial
Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Jaga Harmonisasi Kebersamaan
TIDS 2026 Dibuka di ICE BSD, Bupati Maesyal Dorong Arah Baru Pembangunan Kabupaten Tangerang
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:20 WIB

Festival Tabuh Bedug Teluknaga Ke-35 Sukses Digelar, Gubernur Banten Sebut Atmosfernya Setara Event Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:36 WIB

Gemuruh Riyadu Solihin Antar Bojong Renged Raih Mahkota Juara Festival Tabuh Bedug Teluknaga Ke-35

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:19 WIB

Gubernur Banten dan Bupati Tangerang Hadiri Festival Tabuh Bedug ke-35 Teluknaga, Puluhan Ribu Warga Padati Alun-Alun

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:02 WIB

STQ Babakan Asem Bergema, Camat Teluknaga Dorong Lahirnya Generasi Penghafal Al-Qur’an

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:03 WIB

Forum CSR Banten Siapkan Website Transparan, Warga Kini Bisa Ajukan Program Sosial

Berita Terbaru

Polres Metro Tangerang Kota

Polsek Neglasari Laksanakan Giat Patroli Cipta Kondisi

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:02 WIB