Dari Asap Wajan ke Kampus Bergengsi: Arfa Asal Cikalongkulon Lolos SNBP IPB di Tengah Keterbatasan

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arfa Huria Elfaradis

 

CIANJURSiapa bilang anak tukang gorengan di kampung tak bisa menembus perguruan tinggi bergengsi? Dari dapur sederhana di Kampung Kebontiwu, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, harapan itu justru digoreng setiap hari pelan, konsisten, dan penuh keteguhan.

 

Asap tipis dari wajan milik Iis Khojanah yang akrab disapa Teh Iis bukan sekadar penanda pagi. Dari sanalah ia membiayai kehidupan dan pendidikan tiga anaknya, seorang diri.

 

Sejak subuh hingga pukul 20.00 WIB, ia berjualan gorengan di depan rumah, dengan penghasilan yang tak pernah pasti.

 

Namun di tengah keterbatasan, satu hal tak pernah ia tawar: pendidikan.

 

Kerja keras itu kini mulai berbuah. Arfa Huria Elfaradis, anak keduanya yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Mande, Cianjur, berhasil menembus salah satu kampus terbaik di Indonesia, IPB University, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

 

Capaian ini bukan hasil kebetulan. Di sekolah, Arfa dikenal sebagai siswa berprestasi yang konsisten meraih peringkat pertama di kelas. Ia juga aktif dalam organisasi OSIS dan kegiatan lainnya, menunjukkan keseimbangan antara akademik dan kepemimpinan.

 

Namun prestasi itu tidak lahir dari kemudahan. Arfa tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, dengan akses dan fasilitas belajar yang jauh dari ideal. Waktu belajarnya kerap harus beradaptasi dengan kondisi rumah tangga yang sederhana.

 

Perjuangan Arfa belum selesai !

 

Kini, setelah dinyatakan lolos ke perguruan tinggi, perjuangan Arfa belum usai. Ia tengah mengurus program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah—sebuah skema bantuan pendidikan dari pemerintah yang diharapkan dapat meringankan beban biaya yang selama ini dipikul ibunya.

 

“Kalau dapat KIP, bisa bantu mamah. Jadi saya bisa fokus kuliah,” ujar Arfa, yang kini tengah mengurus program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk menunjang biaya pendidikannya.

 

Bagi keluarga ini, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan. Program tersebut menjadi penentu apakah mimpi yang telah terbuka ini dapat terus berjalan atau justru terhenti di tengah jalan.

 

Bagi Teh Iis, keberhasilan Arfa bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tantangan baru. Biaya hidup di kota, kebutuhan kuliah, hingga keberlanjutan pendidikan menjadi beban yang kini menanti untuk dihadapi.

 

Kisah Arfa menjadi pengingat bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana. Di balik wajan gorengan dan keterbatasan ekonomi, ada keteguhan yang mampu menembus batas.

 

Dari kampung kecil di Cianjur, Arfa membuktikan: kerja keras dan pendidikan masih menjadi jalan—meski tak selalu mudah—untuk mengubah masa depan. (NBL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS SDN Sukasari 5 Kenalkan Ekstrakulikuler Marching Band Prestasi Siswa
BUDI PEKERTI DULU, BARU ANGKA: MERAJUT PENDIDIKAN DALAM RAGA BUDAYA
Guru PPPK Paruh Waktu di Tangerang Rela Jual Laptop Demi Asap Dapur Tetap Ngebul
‎Dibawah Kepemimpinan Wawat Tustiawati, SDN Sukasari 5 Raih Posisi 12 SD Terbaik Nasional 2026
Bantah Tuduhan Pungli, Kepsek SDN Sukasari 5 Tangerang: itu tidak benar atau hoax
105 Pelajar Berebut Seragam Paskibra Teluknaga 2026, Camat: Siapkan Diri Menjadi Putra-Putri Terbaik Pengibar Merah Putih
Pelepasan Siswa SDN 3 Kampung Melayu Berlangsung Haru dan Meriah, Orang Tua Diingatkan SMP Negeri maupun Swasta Gratis
Di Hadapan Ratusan Lulusan SMPN 3 Teluknaga, Camat Kurnia: Jangan Berhenti Bermimpi dan Berprestasi
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:05 WIB

MPLS SDN Sukasari 5 Kenalkan Ekstrakulikuler Marching Band Prestasi Siswa

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28 WIB

BUDI PEKERTI DULU, BARU ANGKA: MERAJUT PENDIDIKAN DALAM RAGA BUDAYA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:31 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu di Tangerang Rela Jual Laptop Demi Asap Dapur Tetap Ngebul

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:57 WIB

‎Dibawah Kepemimpinan Wawat Tustiawati, SDN Sukasari 5 Raih Posisi 12 SD Terbaik Nasional 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:31 WIB

Bantah Tuduhan Pungli, Kepsek SDN Sukasari 5 Tangerang: itu tidak benar atau hoax

Berita Terbaru