ALMAMATER LIMA Semprot Kinerja Forum TJSL Kota Tangerang: “Jangan Berlindung di Balik Regulasi”

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djoko Handoko / Djalu Ketua Organ Penggerak Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (ALMAMATER LIMA) Semprot Kinerja Forum TJSL Kota Tangerang

 

 

KOTA TANGERANG,- Pengakuan pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSL BU) Kota Tangerang soal lemahnya kinerja forum justru memantik kritik keras dari kalangan aktivis. Alasan regulasi hingga minim dukungan pemerintah daerah dinilai tidak cukup menjawab mandeknya fungsi forum CSR yang sejak awal dibentuk untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dan masyarakat.

 

Ketua Organ Penggerak Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (ALMAMATER LIMA) Djoko Handoko menilai Forum TJSL BU gagal menunjukkan kapasitas kelembagaan dan arah kerja yang jelas di tengah besarnya potensi dana CSR perusahaan di Kota Tangerang.

 

“Jangan berlindung di balik alasan regulasi. Kalau sejak 2024 forum berjalan tetapi publik tidak melihat dampak program, tidak ada transparansi kerja, dan perusahaan yang terlibat baru satu, itu artinya ada persoalan serius dalam tata kelola organisasi,” kata Djoko yang biasa disapa Djalu kepada Tim Media Cakra Banten, Jumat, 15 Mei 2026.

 

Menurut dia, alasan tidak memiliki sekretariat, minim operasional hingga rapat dilakukan di warung kopi justru memperlihatkan lemahnya kesiapan forum sejak awal dibentuk.

 

“Kalau memang forum ini dibentuk secara resmi lewat Perda, mengapa sejak awal tidak ada desain kelembagaan yang matang? Jangan sampai forum hanya hidup di atas kertas,” ujarnya.

 

Djalu menilai kondisi tersebut ironis mengingat Kota Tangerang selama ini dikenal sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa dan properti dengan potensi CSR yang besar.

 

Namun hingga kini, publik dinilai belum pernah melihat laporan terbuka terkait pemetaan program CSR, daftar perusahaan yang terlibat, hingga dampak nyata program terhadap masyarakat.

 

“Forum ini seharusnya menjadi pusat konsolidasi CSR daerah, bukan malah sibuk menjelaskan alasan mengapa program tidak berjalan,” katanya.

 

Ia menilai lemahnya koordinasi perusahaan dengan forum juga menjadi indikator rendahnya kepercayaan dunia usaha terhadap keberadaan Forum TJSL BU Kota Tangerang.

 

Lebih jauh, Djalu menegaskan kritik publik terhadap forum bukan sekadar soal kegiatan yang minim, tetapi menyangkut akuntabilitas lembaga yang dibentuk melalui legitimasi pemerintah daerah.

 

Menurut dia, publik berhak mengetahui sejauh mana forum bekerja, apa capaian konkretnya, dan bagaimana arah pengelolaan CSR di Kota Tangerang.

 

“Kalau forum mengaku tidak mengelola dana CSR, maka justru muncul pertanyaan lain: selama hampir dua tahun ini forum bekerja untuk apa?” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memunculkan persepsi bahwa forum hanya menjadi formalitas kelembagaan tanpa daya dorong nyata terhadap pembangunan sosial.

 

Pemkot Tangerang Diminta Evaluasi Total

Djalu juga mendesak Pemerintah Kota Tangerang tidak bersikap pasif terhadap kondisi Forum TJSL BU.

 

Menurut dia, pemerintah harus melakukan evaluasi total terhadap efektivitas forum, termasuk meninjau ulang regulasi, struktur kelembagaan, hingga pola hubungan forum dengan badan usaha.

 

“Jangan sampai forum ini hanya dijadikan etalase kolaborasi, tetapi secara fungsi tidak berjalan,” katanya.

 

Ia menegaskan, revisi regulasi memang diperlukan jika ditemukan ketidaksinkronan aturan. Namun pembenahan, menurut dia, tidak cukup hanya berhenti di revisi Perda dan Perwali.

 

“Yang paling penting adalah kemauan membangun transparansi, profesionalisme dan keberanian membuka seluruh kondisi forum ke publik,” pungkasnya.

 

Menurutnya, jika tidak segera dibenahi, keberadaan Forum TJSL BU Kota Tangerang dikhawatirkan hanya menjadi simbol administratif tanpa kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. (NBL)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Hadapan Ratusan Lulusan SMPN 3 Teluknaga, Camat Kurnia: Jangan Berhenti Bermimpi dan Berprestasi
Kota Seribu Industri, Forum TJSL Kota Tangerang Hanya Satu Anggota? PB KAMI Desak Audit dan Evaluasi Total
HISTORI TERBENTUKNYA FORUM CSR (TJSL BU) DARI PERSPEKTIF HUKUM
JU-JITSU KOTA TANGERANG MENGGUNCANG DUNIA! BORONG MEDALI DI JAKARTA OPEN 2026
Hari Lahir Pancasila 2026, Camat Teluknaga: Nilai Kebangsaan Harus Menjadi Nafas Pelayanan Publik
Peringati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Tangerang Tekankan Semangat Persatuan dan Peningkatan Pelayanan Publik
Menunggu Intervensi Forum CSR di Bank Sampah: Harapan Terakhir Reduksi Sampah Kota Tangerang 
Festival Tabuh Bedug Teluknaga Ke-35 Sukses Digelar, Gubernur Banten Sebut Atmosfernya Setara Event Nasional
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Kota Seribu Industri, Forum TJSL Kota Tangerang Hanya Satu Anggota? PB KAMI Desak Audit dan Evaluasi Total

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:18 WIB

HISTORI TERBENTUKNYA FORUM CSR (TJSL BU) DARI PERSPEKTIF HUKUM

Selasa, 2 Juni 2026 - 02:31 WIB

JU-JITSU KOTA TANGERANG MENGGUNCANG DUNIA! BORONG MEDALI DI JAKARTA OPEN 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:18 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Camat Teluknaga: Nilai Kebangsaan Harus Menjadi Nafas Pelayanan Publik

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Tangerang Tekankan Semangat Persatuan dan Peningkatan Pelayanan Publik

Berita Terbaru