Kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang
KABUPATEN TANGERANG,- Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih menjadi perhatian serius. Kencangnya embusan angin membuat kobaran api dengan cepat merambat ke area timbunan sampah lainnya hingga mencapai puncak gunungan sampah, sehingga menyulitkan proses pemadaman dari jalur darat.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam upaya pengendalian kebakaran. Saat api pertama kali muncul, angin berembus sangat kencang sehingga mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik di kawasan TPA.
“Pada saat api itu muncul, angin begitu besar dan kencang sehingga merambat ke lokasi timbunan sampah lainnya,” kata Maesyal kepada wartawan, Rabu, 1 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta dukungan dari PLTU telah mengerahkan sekitar 15 unit armada pemadam kebakaran. Hingga pukul 02.00 WIB, sejumlah titik api berhasil dikendalikan.
Namun, perubahan arah angin ke wilayah selatan kembali memicu munculnya titik-titik api di sisi utara TPA yang sulit dijangkau armada pemadam. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengerahkan bantuan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.
“Saat ini helikopter masih memasang bucket di Pondok Cabe. Setelah itu langsung menuju ke sini untuk melakukan metode water bombing. Mudah-mudahan segera datang dua helikopter,” ujar Maesyal.
Asap pekat yang dihasilkan kebakaran juga berdampak pada kawasan permukiman di sekitar TPA. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah mengevakuasi warga terdampak ke Kantor Kepala Desa Tanjakan Mekar.
Data sementara mencatat sebanyak 30 kepala keluarga atau 62 jiwa telah menempati posko pengungsian. BPBD menyediakan kasur, logistik, serta kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat membuka posko layanan kesehatan untuk memantau kondisi warga. Masker juga dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Tadi saya cek kembali, warga yang ditempatkan di kantor kepala desa dalam keadaan sehat walafiat. Dinas Kesehatan juga membagikan masker untuk masyarakat sekitar yang terdampak asap,” kata Maesyal.
Meski kebakaran belum sepenuhnya padam, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan. Truk-truk sampah yang sempat mengantre dialihkan sementara ke lahan kosong yang biasa difungsikan sebagai area parkir agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat tidak terganggu. (NBL)






