Kabupaten Cianjur,- Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, menyoroti dugaan praktik yang tidak semestinya di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Cianjur. Ia menegaskan, pendidikan kesetaraan tidak boleh hanya menjadi tempat penerbitan ijazah, tetapi harus benar-benar menjalankan fungsi mencerdaskan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri pelepasan peserta didik dan pentas seni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun Ajaran 2025–2026 di Yayasan PKBM Sarbini, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, kutib Cianjur Ubdate, Senin (22/6/2026).
Abi Ramzi mengaku sempat meragukan keberadaan sebagian PKBM setelah menerima berbagai informasi mengenai lembaga yang diduga tidak menjalankan proses pendidikan sebagaimana mestinya.
“Banyak juga akhirnya PKBM yang modus. Yang dibutuhkan peserta didik itu ilmunya, bukan sekadar ijazah,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar tidak terjadi praktik pemberian ijazah tanpa proses pembelajaran yang benar. Menurutnya, pendidikan kesetaraan harus menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses sekolah formal, dengan tetap mengedepankan kualitas dan kepatuhan terhadap aturan.
Meski demikian, Abi Ramzi mengapresiasi PKBM Sarbini yang dinilainya masih menjaga komitmen dalam memberikan layanan pendidikan yang nyata kepada masyarakat.
“Ketika saya masuk ke PKBM Sarbini hari ini, ada rasa bangga dan optimistis. Mereka benar-benar niat membantu masyarakat di bidang pendidikan. Ini yang harus menjadi contoh,” ujarnya.
Ia berharap seluruh PKBM di Kabupaten Cianjur dapat kembali pada marwahnya sebagai lembaga pendidikan alternatif yang tulus, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta didik, bukan sekadar mengejar legalitas ijazah.***







