Ka Dadang Luncurkan Buku “Menumbuhkan Tunas Pramuka”, Potret Kepemimpinan dari Lapangan hingga Pengabdian

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ka Dadang bersama Kang Edi Kusmaya

 

KABUPATEN TANGERANG,- Di tengah rutinitas birokrasi yang padat, Dadang Sudrajat atau yang akrab disapa Kang Dadang justru memilih menulis. Bukan sekadar menuangkan pengalaman, tetapi merangkumnya menjadi refleksi panjang tentang kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian melalui buku berjudul Menumbuhkan Tunas Pramuka: Kepemimpinan, Kreativitas dan Pengabdian.

 

Buku setebal 180 halaman itu menjadi penanda bahwa dunia Pramuka bukan hanya aktivitas seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter yang hidup dan relevan hingga hari ini.

 

Drs. Edi Kusmaya, M.Pd, Ketua Divisi Media & Arsip Perpustakaan DKKT (Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang), menilai karya tersebut lahir dari pengalaman yang matang dan perjalanan panjang penulis di dunia kepramukaan.

 

“Buku ini bukan hanya kumpulan cerita. Ini adalah denyut pengalaman yang ditulis dengan kesadaran bahwa nilai-nilai Pramuka harus diwariskan,” ujar Edi dalam wawancara dan ulasan bukunya.

Birokrat yang Lebih Dikenal sebagai Pramuka

 

Menurut Edi, sosok Dadang Sudrajat memiliki identitas yang kuat sebagai insan Pramuka dibanding sekadar pejabat birokrasi. Di tengah banyaknya alasan tentang kesibukan, Ka Dadang dinilai berhasil mematahkan stigma bahwa birokrat tidak memiliki waktu untuk berkarya.

 

“Ia membuktikan bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti menulis. Justru dari kesibukan itu lahir gagasan dan pengalaman yang layak dibagikan,” katanya.

Buku tersebut diterbitkan oleh CV Pustaka Media Guru, anggota IKAPI, pada Mei 2026 dengan ISBN 978-634-217-296-4.

 

 

Dalam halaman awal buku, Ka Dadang menitipkan pesan yang menjadi semacam kompas hidupnya: “Tulislah apa yang sudah kita lakukan – lakukan apa yang sudah kita tulis.”

 

Edi menyebut buku ini sebagai biografi segmentaris karena tidak menceritakan seluruh perjalanan hidup penulis, melainkan fokus pada perjalanan dan pengalaman di dunia Pramuka.

 

Menurutnya, kekuatan buku terletak pada cara penulis meramu pengalaman lapangan dengan konsep kepemimpinan, kreativitas, dan nilai pengabdian.

 

“Pramuka bagi Ka Dadang bukan sekadar kegiatan. Ia adalah laboratorium kepemimpinan,” ujarnya.

 

Di dalam buku itu, kata Edi, pembaca diajak memahami bagaimana disiplin, solidaritas, toleransi, hingga kemandirian dibentuk melalui proses panjang di lapangan, bukan sekadar teori di ruang kelas.

 

Edi menggarisbawahi tiga poin penting yang menjadi inti buku tersebut;

Pertama, seni memimpin dan dipimpin. Menurutnya, pengalaman Ka Dadang berada di dua posisi itu melahirkan empati dalam kepemimpinan.

 

“Seorang pemimpin yang pernah merasakan dipimpin akan memimpin dengan hati, bukan dengan titah,” katanya.

 

Kedua, pentingnya belajar dari para senior. Edi menilai Ka Dadang menunjukkan penghormatan besar kepada senior-senior Pramuka yang telah memberi teladan dan pengalaman hidup.

 

“Pramuka menjadi kampus tanpa dinding. Setiap senior adalah dosen kehidupan,” ujarnya.

 

Ketiga, soal strategi dan kemampuan memainkan peran dalam organisasi. Menurut Edi, kepemimpinan matang tidak lahir secara instan, tetapi ditempa oleh pengalaman dan jam terbang panjang.

 

Meski memberikan apresiasi tinggi, Edi juga menyampaikan sejumlah masukan untuk pengembangan karya berikutnya.

 

Ia menyarankan agar gaya bahasa dalam buku dibuat lebih populer agar mudah diterima pembaca muda. Selain itu, penambahan ilustrasi visual dinilai penting untuk memperkuat daya tarik buku.

 

“Visual bisa menjadi jembatan agar pesan lebih mudah diterima generasi muda,” katanya.

 

Ia juga menilai pola alur cerita dapat dibuat lebih dinamis agar pembaca memiliki rasa penasaran sejak awal halaman.

 

Di bagian akhir wawancara, Edi menyoroti dua kutipan penting dari buku tersebut, salah satunya tentang keberanian melangkah.

 

“Seribu satu alasan membuat orang diam. Tapi satu langkah kecil untuk maju bisa membuka seribu satu kesempatan,” ujarnya mengutip isi buku.

 

Baginya, Menumbuhkan Tunas Pramuka: Kepemimpinan, Kreativitas dan Pengabdian bukan sekadar buku motivasi, melainkan ajakan konkret untuk bergerak dan berkarya.

 

“Buku ini mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir di ruang berpendingin udara, tetapi ditempa di lapangan, di bawah terik matahari, di tengah tenda dan api unggun,” tuturnya.

 

Edi berharap karya Ka Dadang tidak berhenti sebagai koleksi di rak buku, tetapi hidup di tangan dan pikiran para pembacanya, terutama generasi muda Pramuka di Indonesia. (NBL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEDAH BUKU; “Menumbuhkan Tunas PRAMUKA: Kepemimpinan, Kreativitas dan Pengabdian”
Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD
CSR Bukan Sekadar Biaya: Perspektif Akuntansi Berkelanjutan dan Akuntansi Perpajakan di Kota Tangerang
TAMAN KOTA SEBAGAI BAGIAN DARI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SERIBU INDUSTRI SEJUTA JASA
Peran Corporate Social Responsibility dalam Mewujudkan Green Environment Perkotaan di Kota Tangerang
KOTA TANGERANG DARURAT SAMPAH; DIMANA PERAN FORUM CSR ???
Membangun Sinergi Pembangunan Daerah Melalui Penguatan CSR di Kota Tangerang 
Forum CSR Kota Tangerang: Antara Seremoni dan Substansi Kolaborasi 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:27 WIB

Ka Dadang Luncurkan Buku “Menumbuhkan Tunas Pramuka”, Potret Kepemimpinan dari Lapangan hingga Pengabdian

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:10 WIB

BEDAH BUKU; “Menumbuhkan Tunas PRAMUKA: Kepemimpinan, Kreativitas dan Pengabdian”

Senin, 18 Mei 2026 - 19:28 WIB

Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:34 WIB

CSR Bukan Sekadar Biaya: Perspektif Akuntansi Berkelanjutan dan Akuntansi Perpajakan di Kota Tangerang

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:55 WIB

TAMAN KOTA SEBAGAI BAGIAN DARI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SERIBU INDUSTRI SEJUTA JASA

Berita Terbaru