Menelusuri Jejak Syekh Mas Masa’ad di Solear: Di Mana Kesakralan Beradu dengan Fasilitas yang Kian Usang

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana  pengunjung istirahat di musolah Kramat Solear

 

SOLEAR, KABUPATEN TANGERANG, [Jumat, 3 April 2026] – Makam Keramat Solear di Kabupaten Tangerang tetap tegak sebagai simbol sejarah dakwah Islam di tanah Banten. Namun, di balik kemasyhuran nama Syekh Mas Masa’ad dan mitos kera ekor panjang yang melegenda, situs wisata religi ini menyimpan potret buram terkait pemeliharaan infrastruktur yang kian memprihatinkan.

 

Situs ini merupakan persemayaman Syekh Mas Masa’ad, panglima utusan Kesultanan Banten yang ditugaskan menyebarkan Islam di wilayah Solear. Selain nilai spiritual, pengunjung biasanya terpikat oleh kehadiran ratusan kera ekor panjang yang diyakini masyarakat sebagai “penjaga” makam secara turun-temurun.

 

Namun, pengalaman spiritual para peziarah kini kerap terganggu oleh kondisi fisik kawasan yang nampak hampir tak terurus.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa fasilitas penunjang bagi pengunjung masih sangat minim dan jauh dari kata layak :

• Sarana Sanitasi: Fasilitas air, toilet, dan tempat wudhu terlihat kusam dengan drainase yang kurang lancar, memberikan kesan kumuh di area yang seharusnya suci.

• Pagar dan Gazebo: Beberapa pagar pengaman dan tempat peristirahatan peziarah (gazebo) tampak lapuk dimakan usia tanpa adanya perbaikan atau pengecatan ulang yang rutin.

 

“Sangat disayangkan, potensi wisatanya besar tapi perawatannya seperti ala kadarnya. Jika dikelola dengan lebih profesional, tentu peziarah akan lebih nyaman,” ujar Arif, pengunjung yang datang dari Kota Tangerang.

 

Abah Sanjay Warga Sekitar

 

Kondisi fasilitas yang kian merosot ini ternyata berdampak langsung pada roda ekonomi warga lokal. Para pedagang kecil yang berjejer di sepanjang pintu masuk dan area parkir mulai merasakan penurunan minat kunjungan yang berimbas pada penghasilan mereka.

 

“Kalau tempatnya rapi dan bersih, orang pasti betah lama-lama di sini, mas. Sekarang banyak yang datang, ziarah sebentar, terus langsung pulang karena toiletnya nggak nyaman atau tempat istirahatnya rusak,” keluh Abah Sanjay, yang sudah berdagang nasi dan minuman di area Solear selama lebih dari 15 tahun.

 

Senada dengan Pak Sanjay, Bu Imas, seorang penjual kacang untuk makanan kera, berharap ada sentuhan renovasi dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah. Ia menilai bahwa daya tarik kera Solear seharusnya didukung oleh infrastruktur yang modern namun tetap asri.

 

“Harapan kami cuma satu: tolong diperbaiki. Kalau fasilitasnya bagus, yang datang makin ramai, dagangan kami juga makin laku,” harap Imas.

 

Meski fasilitas fisik mengalami penurunan kualitas, daya tarik mistis Solear tetap kuat. Masyarakat masih meyakini mitos bahwa jumlah kera di hutan lindung ini tidak pernah berubah dan merupakan wujud prajurit pengikut Syekh yang setia. Pantangan untuk tidak menyakiti hewan-hewan ini pun masih dipatuhi dengan ketat oleh warga sekitar maupun pendatang.

 

Kondisi yang minim perawatan ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan revitalisasi. Tanpa penanganan yang serius, dikhawatirkan situs bersejarah ini akan kehilangan daya tariknya dan hanya akan menyisakan cerita lama yang tertutup oleh kerusakan fisik.

 

Dibutuhkan sinergi antara pengelola dan Dinas Pariwisata agar Makam Keramat Solear tidak hanya dikenal karena mitosnya, tetapi juga karena kenyamanan dan kelestarian fasilitasnya sebagai warisan budaya bangsa yang mampu menopang ekonomi masyarakat sekitar. (NBL)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong UMKM Naik Kelas, Bupati Maesyal Turun Langsung Serahkan 50 Gerobak Usaha untuk Warga Pesisir
Tasyakuran Kelulusan SMPN 1 Teluknaga Jadi Momentum Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Pergantian Kepala Sekolah SDN Kampung Melayu 3 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan di Teluknaga
Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Stabilitas Pangan
Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD
Bupati Tangerang Genjot Sektor Pertanian, Janjikan Bantuan dan Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan
Lelang di Kabupaten Tangerang Disorot, Pengamat: Akan Kawal Ketat Pokja UKPBJ
Jalan Teluknaga Gelap, Relawan Perbup 12: Nyawa Pengendara Jangan Disepelekan 
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:39 WIB

Tasyakuran Kelulusan SMPN 1 Teluknaga Jadi Momentum Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pergantian Kepala Sekolah SDN Kampung Melayu 3 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan di Teluknaga

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:20 WIB

Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Stabilitas Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 19:28 WIB

Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:18 WIB

Bupati Tangerang Genjot Sektor Pertanian, Janjikan Bantuan dan Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Polres Metro Tangerang Kota

Cegah Tawuran dan Begal, Polsek Teluknaga Gelar Razia Besar di Airport City 

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:22 WIB

Polres Metro Tangerang Kota

‎Polsek Neglasari Gelar Operasi Cipta Kondisi Jaga Jakarta+, Situasi Wilayah Kondusif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:34 WIB