LEBAK – Ritual tahunan yang paling dinanti, Seba Baduy, dipastikan akan digelar pada 24-26 April 2026. Ribuan warga dari 68 perkampungan suku Badui (Luar dan Dalam) akan berjalan kaki menempuh puluhan kilometer untuk menemui Bupati Lebak dan Gubernur Banten.
Tradisi “Seba” adalah simbol rasa syukur atas limpahan hasil panen serta bentuk silaturahmi masyarakat adat kepada Pemerintah Daerah (Bapak Gede). Berikut adalah poin penting perayaan tahun ini:
• Puncak Acara: 24-26 April 2026.
• Kategori Ritual: Seba Leutik (Seba Kecil), dengan partisipasi sekitar 1.500 warga Baduy.
• Persembahan Adat: Hasil bumi berupa pisang, beras, gula merah, petai, talas, hingga tepung laksa.
• Target Wisatawan: Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan 46.000 kunjungan wisatawan.
Selain prosesi sakral berjalan kaki dan penyerahan hasil bumi, Pemkab Lebak juga menyiapkan berbagai inovasi untuk memanjakan wisatawan:
1. Ekonomi Kreatif: Bazar produk UMKM lokal khas Baduy dan Banten.
2. Pentas Seni: Pertunjukan seni budaya tradisional di pusat kegiatan.
3. Wisata Budaya: Kesempatan langka melihat langsung masyarakat Baduy Dalam berinteraksi di pusat kota.
“Kami berharap tradisi Seba tahun ini tidak hanya menjadi pelestarian budaya, tapi juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Disbudpar Lebak, Yosep M. Holis.
Ritual ini akan dilaksanakan tepat setelah masyarakat Baduy menyelesaikan masa Kawalu (masa tenang/puasa adat). Bagi Anda yang ingin menyaksikan momen langka ini, pastikan untuk mencatat tanggalnya dan menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung.(Red/Nbl)













