TANGERANG – Gelombang arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H mencapai puncaknya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Minggu (29/3/2026). Hingga sore hari, ribuan penumpang memadati area kedatangan seiring berakhirnya masa cuti bersama dan libur sekolah.
Berdasarkan data terkini dari pengelola bandara, volume penumpang tercatat menyentuh angka 203.000 orang dengan total 1.206 pergerakan pesawat, baik rute domestik maupun internasional.
Dari total pergerakan tersebut, komposisi penumpang masih didominasi oleh kedatangan (arus balik) sebanyak 108.000 orang, sementara 95.000 lainnya merupakan penumpang keberangkatan.
Terminal 2 menjadi titik paling sibuk, di mana rombongan keluarga terlihat memadati area baggage claim setelah menempuh perjalanan dari kampung halaman. Rute-rute utama yang menjadi penyumbang trafik terbesar dalam arus balik kali ini meliputi:
• Domestik: Denpasar, Medan, Makassar, Surabaya, dan Padang.
• Internasional: Singapura dan Kuala Lumpur.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran pada 13 Maret lalu, akumulasi penumpang telah mencapai 2,65 juta orang.
“Prediksi kami, total penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini akan menembus angka 3 juta orang. Ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 2,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” jelas Heru.
Menghadapi lonjakan ini, Heru memastikan operasional tetap terkendali. Pihak bandara telah melakukan langkah mitigasi berlapis, mulai dari koordinasi intensif dengan BMKG untuk pemantauan cuaca hingga sinkronisasi data dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan bandara.
Kepadatan yang terjadi pada hari Minggu ini dipicu oleh kesiapan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal pada Senin (30/3/2026). Namun, fenomena Work From Anywhere (WFA) tampaknya sedikit membantu mengurai distribusi kepadatan.
Tomi, seorang penumpang asal Surabaya, mengaku baru kembali hari ini meskipun jadwal kantornya sudah dimulai sejak Rabu lalu.
“Kebetulan masih bisa WFA, jadi baru kembali sekarang. Untuk harga tiket ada kenaikan sekitar 20%-30%, tapi menurut saya masih dalam batas wajar untuk momen peak season seperti ini,” ujarnya.
Guna menjaga kenyamanan di tengah tingginya volume penumpang, pengelola bandara menghimbau masyarakat untuk:
1. Tiba lebih awal di bandara untuk menghindari antrean panjang.
2. Memaksimalkan layanan digital (check-in mandiri) melalui aplikasi guna mempercepat proses keberangkatan.
3. Mematuhi arahan petugas di lapangan guna kelancaran alur mobilisasi di area terminal.














