Ahmad Mulayadi, Ketua Antar Lembaga LTP Kabupaten Tangerang
KABUPATEN TANGERANG,- Arah pembangunan di kawasan Teluknaga, Tangerang Utara, kian mengerucut di tengah tarik-menarik kepentingan. Di tengah situasi tersebut, sejumlah tokoh lintas wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang menyatakan dukungan terhadap masuknya investasi, yang dinilai sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ketua Antar Lembaga Lintas Tokoh Pantura (LTP) Kabupaten Tangerang, Ahmad Mulayadi menyebutkan bahwa pembangunan di wilayah utara Kabupaten Tangerang perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membuka akses ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran investasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja.
“Pesisir Utara di kabupaten Tangerang saat ini berada pada fase penting. Setiap peluang investasi perlu dipertimbangkan secara matang karena berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, dinamika penolakan terhadap proyek pembangunan merupakan hal yang perlu dihormati sebagai bagian dari aspirasi publik.
Namun demikian, menurutnya, diskursus tersebut juga perlu diimbangi dengan pembahasan mengenai kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.
Sejumlah pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Tangerang Utara masih bergantung pada sektor informal dengan tingkat pendapatan yang fluktuatif.
Dalam konteks ini, investasi dinilai berpotensi menjadi salah satu faktor pendorong transformasi ekonomi, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Setiap pandangan tentu perlu didengar. Namun penting juga untuk memastikan bahwa solusi yang ditawarkan mampu menjawab persoalan ekonomi masyarakat secara konkret,” katanya.
Sementara itu, sejumlah kelompok masyarakat sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan dan sosial dari rencana pembangunan di kawasan tersebut.
Mereka mendorong agar setiap proses investasi dilakukan secara transparan serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan warga setempat.
Menanggapi hal itu, tokoh Pantura menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat dalam memastikan pembangunan berjalan secara inklusif.
Ia juga menegaskan bahwa prinsip transparansi, keberlanjutan, dan akuntabilitas harus menjadi dasar dalam setiap proses pembangunan.
“Dinamika yang terjadi di Teluknaga mencerminkan tantangan klasik dalam pembangunan daerah, yakni bagaimana menyeimbangkan antara kebutuhan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan terhadap aspek sosial serta lingkungan,”tegasnya.
Keputusan yang diambil ke depan dinilai akan berpengaruh terhadap arah perkembangan ekonomi kawasan Tangerang Utara, khususnya bagi masyarakat Teluknaga. (NBL)







