Benturan Kepentingan di Pintu Kekuasaan: Sawah atau Beton, Warga Tangerang Utara Terbelah

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi aksi didepan kantor Bupati Tangerang

 

KABUPATEN TANGERANG,- Halaman Kantor Bupati Tangerang, Rabu (22/4/2026), berubah menjadi arena adu klaim. Ratusan massa dari dua kubu yang sama-sama mengatasnamakan warga Teluknaga berdiri saling berhadap-hadapan, mempersoalkan arah pemanfaatan lahan sawah di pesisir utara.

 

Di sisi kanan gerbang, kelompok penolak alih fungsi lahan membentangkan spanduk bernada kritik terhadap pola pembangunan. Mereka menuntut peninjauan kembali kebijakan tata ruang, sembari menyuarakan kekhawatiran atas potensi hilangnya ruang hidup petani dan nelayan, serta dampaknya terhadap keberlanjutan pangan.

 

Di sisi berlawanan, massa pendukung pembangunan juga menyuarakan tuntutan. Spanduk berisi dorongan pembukaan lapangan kerja dikibarkan, sementara dari atas mobil komando, orator mendesak pemerintah agar memperluas ruang investasi.

 

“Kami butuh pekerjaan,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut, disambut sorakan peserta aksi yang mengaku warga Teluknaga.

 

Perbedaan pandangan itu mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lahan pertanian. Kedua kelompok sama-sama mengklaim mewakili aspirasi warga, namun dengan pendekatan yang berbeda.

 

Kholid Miqdar, perwakilan kelompok penolak, menilai alih fungsi lahan berpotensi menggerus karakter agraris wilayah. Ia mendorong pemerintah daerah agar konsisten pada regulasi pengendalian alih fungsi lahan sawah, termasuk yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

 

“Kami ingin lahan pertanian tetap dipertahankan sebagai sumber penghidupan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Heri Heryanto, Koordinator Aksi Pribumi Bersatu, dalam orasinya menyoroti pentingnya transparansi dalam proses perizinan. Ia meminta agar setiap kebijakan pembangunan dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat.

 

“Kami berharap prosesnya transparan dan tidak merugikan warga,” kata Heri.

 

Di tengah meningkatnya tensi, aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP membentuk barikade untuk menjaga jarak antara kedua kelompok dan mengantisipasi potensi gesekan fisik. Aksi berlangsung dengan pengamanan ketat.

 

Hingga aksi berlangsung, belum terlihat pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah di lokasi. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang masih dilakukan hingga berita ini diturunkan.

 

Situasi ini menggambarkan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait arah pembangunan wilayah pesisir utara. Di satu sisi, kebutuhan ekonomi menjadi dorongan utama, sementara di sisi lain, isu keberlanjutan lingkungan dan perlindungan lahan pertanian tetap menjadi perhatian.

 

Ke depan, kejelasan kebijakan yang transparan dan partisipatif dinilai penting untuk meredam potensi konflik serupa, seiring meningkatnya tekanan pembangunan di wilayah tersebut. (Red)

 

 

Satu tanggapan untuk “Benturan Kepentingan di Pintu Kekuasaan: Sawah atau Beton, Warga Tangerang Utara Terbelah”

  1. Ditengah himpitan kenaikan BBM saat ini, masih banyak pengangguran diwilayah Teluknaga dan sekitarnya, sedangkan petani yg ada disana adalah petani sayur mayur dari luar banten yg sewa lahan

    Warga butuh pekerjaan untuk menyambung hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pergantian Kepala Sekolah SDN Kampung Melayu 3 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan di Teluknaga
Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Stabilitas Pangan
Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD
Bupati Tangerang Genjot Sektor Pertanian, Janjikan Bantuan dan Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan
Lelang di Kabupaten Tangerang Disorot, Pengamat: Akan Kawal Ketat Pokja UKPBJ
Jalan Teluknaga Gelap, Relawan Perbup 12: Nyawa Pengendara Jangan Disepelekan 
Bupati Tangerang Tekankan Meritokrasi dan Inovasi, Kepala Sekolah Diminta Bergerak Cepat Benahi Mutu Pendidikan
Jumling di Teluknaga, Bupati Tangerang Turun Langsung Serap Aspirasi Warga
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pergantian Kepala Sekolah SDN Kampung Melayu 3 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan di Teluknaga

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:20 WIB

Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Stabilitas Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 19:28 WIB

Desak Perda Truk Tambang, HMTU dan Aktivis Tangerang Utara Tagih Janji DPRD

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:18 WIB

Bupati Tangerang Genjot Sektor Pertanian, Janjikan Bantuan dan Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:36 WIB

Lelang di Kabupaten Tangerang Disorot, Pengamat: Akan Kawal Ketat Pokja UKPBJ

Berita Terbaru