Jembatan Kalibaru Rusak Lagi, Mahasiswa Tangerang Utara Desak Tanggung Jawab Pemerintah

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi Kemacetan di jembatan Kalibaru

 

KABUPATEN TANGERANGKerusakan kembali terjadi di Jembatan Kalibaru yang menghubungkan wilayah Kecamatan Teluknaga–Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Dalam hampir sepekan terakhir, kondisi jembatan yang mengalami kerusakan serius memicu kemacetan panjang serta melumpuhkan aktivitas ekonomi dan akses pendidikan masyarakat di kawasan tersebut.

 

Situasi ini memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa Tangerang Utara yang mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab atas kondisi infrastruktur vital tersebut.

 

Kordinator Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara, Boy Dowi, menegaskan bahwa persoalan Jembatan Kalibaru tidak bisa dipandang sebagai masalah teknis semata, melainkan menyangkut tanggung jawab lintas kewenangan yang selama ini tidak berjalan optimal.

 

Menurutnya, Jembatan Kalibaru merupakan bagian dari jalan provinsi yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Secara teknis, pengelolaan dilakukan oleh UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Kabupaten Tangerang.

 

“Namun karena berada di wilayah administratif Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air tidak bisa lepas tangan, terutama dalam pengawasan dan mitigasi dampak di lapangan. Sementara pengaturan lalu lintas menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan, baik provinsi maupun kabupaten,” ujar Boy.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Jembatan Kalibaru dibangun sejak tahun 1985 untuk menopang kendaraan bertonase ringan. Seiring perkembangan kawasan yang kini mengalami industrialisasi pesat, beban kendaraan berat yang melintas setiap hari menjadi faktor utama kerusakan yang terus berulang.

 

“Jembatan ini dipaksa menanggung beban yang jauh melampaui kapasitas awalnya. Tanpa penyesuaian infrastruktur, kerusakan akan terus terjadi,” tegasnya.

 

Boy Dowi, Kordinasi HMTU

 

Dalam pernyataannya, mahasiswa Tangerang Utara menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah:

Pertama, mendesak Dinas PUPR Provinsi Banten untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh disertai evaluasi struktural, agar solusi tidak lagi bersifat sementara atau tambal sulam.

Kedua, meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk hadir aktif di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Ketiga, mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang untuk membatasi kendaraan bertonase tinggi yang melintasi jembatan.

Keempat, mendorong langkah jangka panjang seperti peningkatan kapasitas struktur, pelebaran akses jalan, hingga opsi pembangunan ulang jembatan jika dinilai sudah tidak layak.

Kelima, menuntut transparansi penuh dalam seluruh proses penanganan, agar masyarakat dapat mengawasi dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

 

Mahasiswa menilai, kerusakan berulang Jembatan Kalibaru menjadi cerminan lemahnya koordinasi antar instansi pemerintah. Mereka menegaskan tidak boleh ada lagi saling lempar tanggung jawab antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

 

“Ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Infrastruktur publik harus berpihak pada rakyat, bukan dikorbankan oleh kepentingan industri yang tidak terkendali,” pungkas Boy. (NBL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Gabungan Sisir Sungai Cisadane, Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah B3 Lewat Uji Laboratorium
Binwasdes Teluknaga Hadiri Musdes Pembentukan Tim RKPDes 2027 Desa Tanjung Burung, Tekankan Perencanaan Partisipatif
Status Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Dicabut, Pemkab Tangerang Lanjutkan Mitigasi dan Perkuat Antisipasi Kebakaran
Warisi Semangat Pengabdian Sang Ayah, Asim Dames Siapkan Yayasan Babah Dames Indonesia
Asap Diduga Pembakaran Sampah Tigaraksa Picu ISPA, Warga Minta Pemkab Tangerang Bertindak
‎Oknum LSM Tertangkap Basah Menerima Rp15 Juta dari Tiga Kepala Desa di Tangerang ‎
Naker Fest 2026 Dibuka Hari Ini, 35 Perusahaan Siapkan Lowongan Kerja di Kabupaten Tangerang
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Akibat Angin Kencang, Pemkab Tangerang Kerahkan Water Bombing
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:37 WIB

Tim Gabungan Sisir Sungai Cisadane, Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah B3 Lewat Uji Laboratorium

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:50 WIB

Status Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Dicabut, Pemkab Tangerang Lanjutkan Mitigasi dan Perkuat Antisipasi Kebakaran

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warisi Semangat Pengabdian Sang Ayah, Asim Dames Siapkan Yayasan Babah Dames Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:54 WIB

Asap Diduga Pembakaran Sampah Tigaraksa Picu ISPA, Warga Minta Pemkab Tangerang Bertindak

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:25 WIB

‎Oknum LSM Tertangkap Basah Menerima Rp15 Juta dari Tiga Kepala Desa di Tangerang ‎

Berita Terbaru