TANGERANG,- Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat benteng pelayanan medis di sepanjang jalur lintasan pemudik. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 264 tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan untuk bersiaga penuh di 12 titik posko kesehatan strategis.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, mengingat wilayah Kabupaten Tangerang merupakan jalur krusial penghubung antarwilayah di Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi pemudik tahun ini akan beroperasi tanpa jeda. Setiap posko akan diperkuat oleh tim medis yang bekerja dalam sistem shift.
”Setiap posko diisi oleh sembilan tenaga medis yang bertugas secara bergantian dalam tiga shift selama 24 jam. Total ada 264 nakes yang kami terjunkan demi memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujar dr. Hendra saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (14/3/2026).
Layanan di posko-posko ini mencakup intervensi medis dasar, mulai dari penanganan kelelahan akut, penyediaan obat-obatan darurat, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit jika terjadi kondisi gawat darurat.
Keamanan dan mobilitas tim medis juga didukung oleh kolaborasi ketat dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kehadiran personel kepolisian di Pos Pengamanan (Pospam) memastikan akses ambulans tetap prioritas meski di tengah kepadatan lalu lintas.
Selain posko di jalur arteri, Dinkes Kabupaten Tangerang juga menetapkan tujuh Puskesmas Rawat Inap sebagai posko utama.
- Status Siaga: Tetap beroperasi penuh termasuk pada hari H Lebaran.
- Fasilitas: Layanan ambulans dan unit gawat darurat (UGD) siaga 24 jam.
Menutup keterangannya, dr. Hendra memberikan imbauan krusial bagi para pejuang mudik agar tidak abai terhadap sinyal kelelahan tubuh.
”Layanan ini kami sediakan gratis. Jangan ragu untuk mampir. Lebih baik beristirahat 15 hingga 30 menit di posko kami daripada memaksakan diri yang justru berisiko tinggi bagi keselamatan di jalan,” pungkasnya. (Nbl)















