Drs. Edi Kusmaya, M.Pd
KABUPATEN TANGERANG,– Masa purnabakti sering kali dianggap sebagai titik henti pengabdian. Namun, bagi Drs. Edi Kusmaya, M.Pd, pensiun hanyalah perpindahan “ruang pengabdian”. Sosok pria kelahiran Ciamis, 1 Agustus 1963 ini membuktikan bahwa semangat mencerdaskan bangsa tidak dibatasi oleh Surat Keputusan (SK) kedinasan.
Mantan abdi negara di Pemerintah Kabupaten Tangerang ini kini memilih jalan yang berdampak luas: menghidupkan kembali denyut nadi kesenian dan budaya melalui Pendidikan Non Formal (PNF) di pusat edukasi seni dan budaya IBNU SINA yang ia bangun secara mandiri di Kecamatan Tigaraksa, yang tidak jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Sebagai seorang akademisi bergelar Magister Pendidikan, Edi memahami betul bahwa literasi adalah fondasi pendidikan. Keahliannya dalam mengolah kata tidak hanya ditularkan kepada generasi muda, tetapi juga menjadi rujukan bagi sesama rekan sejawat.
Di pusat edukasi seni dan budaya yang didirikannya, Edi telah membimbing banyak guru hingga kepala sekolah dalam mengasah keterampilan menulis. Baginya, ketika seorang pendidik mahir menulis, maka ilmu yang disampaikan akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dan abadi.
“Seni dan budaya harus memiliki penerus. Jika para pemuda, bahkan para pendidiknya sendiri tidak lagi memegang pena atau mengenal akarnya, maka identitas bangsa ini perlahan akan pudar,” ujar Edi Kusmaya Cakra Banten Tagline.
Selain dikenal sebagai “begawan” literasi bagi para guru, sisi unik Edi terpampang nyata di area pusat edukasinya. Ia merawat ribuan koleksi pohon kelapa Bonsai yang eksotis dengan berbagai bentuk unik yang tertata rapi.
Koleksi ini bukan sekadar hobi visual, melainkan simbol filosofi hidupnya. Bagi pria yang telah mengabdi puluhan tahun di dunia pendidikan ini, pohon kelapa adalah cermin ideal seorang manusia: setiap bagiannya berguna, dari akar hingga pucuk daunnya.
Hal inilah yang ia praktikkan; tetap memberi manfaat bagi masyarakat melalui pusat edukasi ini meski sudah tidak lagi menjabat di instansi pemerintahan.
Melalui pusat edukasi seni dan budaya ini, Drs. Edi Kusmaya, M.Pd membawa harapan besar antara lain:
Pertama, Transformasi Pendidik: Mewujudkan ekosistem di mana guru dan kepala sekolah di wilayah Tangerang tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif menulis karya literasi profesional.
Kedua, Penguatan Pendidikan Non Formal: Membuktikan bahwa pusat edukasi mandiri bisa menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ketiga, Ketahanan Budaya & Lingkungan: Mengajak masyarakat tetap mencintai akar budaya sekaligus menghargai keanekaragaman hayati melalui budidaya kelapa yang bermakna.
Edi Kusmaya adalah pengingat bahwa dedikasi kepada masyarakat adalah panggilan jiwa yang akan terus menyala selama hayat dikandung badan. (Nbl)
Channel YouTube Edi kusmaya;
@DAPURSENIIBNUSINA
















