Oleh: Tetep Bimbing Gunadi
Selamat Hari Pramuka!
Hari Pramuka bukan sekadar momentum untuk mengenakan seragam cokelat, memasang tanda-tanda kepramukaan, atau melaksanakan upacara. Lebih dari itu, Pramuka adalah bagian dari proses pendidikan karakter generasi muda Indonesia.
Melalui Pramuka, anak-anak dan remaja belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, cinta tanah air, serta semangat untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.
Namun, di tengah perkembangan dunia pendidikan saat ini, kita perlu menyampaikan sebuah keprihatinan.
Jangan sampai kegiatan Pramuka di sekolah semakin ditinggalkan. Jangan sampai ekstrakurikuler Pramuka dihilangkan dan pada akhirnya Pramuka perlahan-lahan tidak lagi dikenal oleh generasi muda.
Sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan pendidikan kepramukaan. Demikian pula Dinas Pendidikan memiliki peran penting untuk memberikan pembinaan, arahan, dan kebijakan agar nilai-nilai pendidikan kepramukaan tetap mendapatkan tempat di lingkungan sekolah.
Kita memahami bahwa dunia pendidikan terus berkembang. Sistem pembelajaran berubah, teknologi semakin maju, dan pilihan kegiatan siswa semakin beragam. Tetapi perubahan zaman jangan sampai membuat kita kehilangan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.
Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi semangat pengabdiannya tidak boleh hilang.
Jika ada sekolah yang mulai meninggalkan kegiatan Pramuka dan hal tersebut tidak mendapatkan perhatian atau pembinaan, dikhawatirkan sekolah lain akan mengikuti. Pada akhirnya, kegiatan Pramuka bisa semakin berkurang dari lingkungan pendidikan.
Kita tentu tidak ingin hal tersebut terjadi.
Pramuka telah menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Banyak pemimpin, tokoh masyarakat, pendidik, dan orang-orang yang mengabdikan dirinya kepada bangsa pernah mendapatkan pengalaman dan pendidikan melalui kegiatan kepramukaan.
Karena itu, mempertahankan Pramuka bukan berarti mempertahankan masa lalu.
Mempertahankan Pramuka berarti mempertahankan pendidikan karakter untuk masa depan.
Dinas Pendidikan perlu memberikan perhatian yang serius. Kepala sekolah, guru, pembina Pramuka, orang tua, dan seluruh insan pendidikan harus bersama-sama menjaga agar kegiatan kepramukaan tetap hidup di sekolah.
Kegiatan Pramuka juga harus dibuat semakin menarik, kreatif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Pramuka tidak boleh hanya identik dengan baris-berbaris, berkemah, atau kegiatan di lapangan. Pramuka harus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, keterampilan hidup, kreativitas, kewirausahaan, kepedulian lingkungan, kegiatan sosial, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, siswa tidak merasa bahwa Pramuka adalah kegiatan yang ketinggalan zaman.
Sebaliknya, mereka akan melihat bahwa Pramuka adalah tempat untuk belajar menjadi manusia yang tangguh, mandiri, peduli dan bertanggung jawab.
JANGAN SAMPAI NYALA ITU PADAM
Kita boleh berbeda pendapat tentang metode pendidikan. Kita boleh melakukan pembaruan terhadap kegiatan sekolah. Tetapi ada nilai-nilai yang harus tetap kita jaga.
Pramuka adalah salah satunya.
Jangan sampai suatu hari nanti anak-anak Indonesia hanya mengenal Pramuka dari buku sejarah atau cerita orang tua mereka.
Jangan sampai seragam Pramuka hanya menjadi kenangan bagi generasi sebelumnya.
Jangan sampai kegiatan yang dahulu mengajarkan kita tentang persaudaraan, kedisiplinan, kemandirian dan pengabdian, perlahan hilang dari sekolah-sekolah.
Pramuka harus tetap hidup di Indonesia.
Dan untuk menjaga agar Pramuka tetap hidup, kita tidak bisa hanya menyerahkannya kepada organisasi kepramukaan.
Sekolah harus ikut menjaga.
Guru harus ikut membina.
Orang tua harus ikut mendukung.
Dinas Pendidikan harus ikut mengawal.
Dan yang paling penting, generasi muda harus diberi kesempatan untuk menjadi pelaku utama dalam menghidupkan Pramuka.
Sebab ada sebuah pertanyaan sederhana yang patut kita renungkan:
“Jika bukan para siswa yang menghidupkan Pramuka, lalu siapa yang akan menghidupkannya?”
Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun.
Pertanyaan ini adalah sebuah ajakan kepada kita semua untuk mengambil tanggung jawab.
Mari kita hidupkan kembali semangat Pramuka di sekolah.
Mari kita jadikan Pramuka sebagai kegiatan yang menyenangkan, mendidik, membangun karakter dan memberikan manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat.
Pramuka bukan sekadar seragam.
Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.
Pramuka adalah pendidikan karakter, pendidikan kepemimpinan, pendidikan kebersamaan dan pendidikan pengabdian.
Karena itu, pada momentum Hari Pramuka ini, mari kita bersama-sama menjaga nyala pengabdian tersebut.
Jangan biarkan Pramuka mati.
Jangan biarkan Pramuka menghilang.
Mari kita jaga, kita hidupkan dan kita wariskan semangat Pramuka kepada generasi Indonesia.
Salam Pramuka!
Tetep Bimbing Gunadi







