Wakapolres Cilegon Kompol Mochamad Ridzky Salatun, S.I.K. Bersama Samsul Bahri Ketua Umum GWI Menjenguk Wartawan Korban Laka
CILEGON,- Kepedulian jajaran Kepolisian Resor Cilegon terhadap insan pers kembali terlihat. Wakapolres Cilegon Kompol Mochamad Ridzky Salatun, S.I.K., mewakili Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk wartawan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Hermina Cilegon, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi korban yang masih menjalani perawatan medis.Kompol Ridzky bertemu dan berkomunikasi langsung dengan korban yang diketahui merupakan wartawan Kabar Bahri, perwakilan Kota Cilegon.
Kehadiran jajaran Polres Cilegon tidak sekadar menjadi kunjungan kemanusiaan. Langkah tersebut juga menunjukkan perhatian kepolisian terhadap kondisi insan pers yang mengalami musibah saat menjalankan aktivitasnya.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah minibus dan dua sepeda motor.
Peristiwa diduga bermula ketika pintu minibus terbuka secara tiba-tiba. Pengendara sepeda motor yang berada di belakang kemudian diduga terkejut dan kehilangan kendali hingga terjadi kecelakaan beruntun.
Tiga orang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua di antaranya disebut merupakan wartawan berinisial AR dan AS. Sementara satu korban lainnya disebut sebagai anggota Polres Cilegon.
Kondisi para korban masih memerlukan konfirmasi medis dan kepolisian. Informasi awal menyebutkan dua korban mengalami kondisi serius, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Polres Cilegon hingga kini masih diperlukan untuk memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap, kondisi korban, serta penyebab pasti kecelakaan.
Wakapolres Sampaikan Keprihatinan
Saat berada di rumah sakit, Kompol Ridzky menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami para korban.
Ia berharap seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan segera diberikan kesembuhan.
“Kami turut prihatin atas musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Kami mendoakan seluruh korban agar mendapatkan penanganan terbaik dan segera diberikan kesembuhan.”Ujarnya kepada Cakra Banten.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi antara kepolisian dan insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kepedulian jajaran Polres Cilegon mendapat apresiasi dari Ketua Umum Organisasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Samsul Bahri.
Menurut Samsul Bahri, kehadiran jajaran kepolisian untuk melihat langsung kondisi wartawan yang menjadi korban kecelakaan merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
Ia menilai perhatian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Polri dan insan pers tidak hanya dibangun dalam konteks pekerjaan dan pemberitaan, tetapi juga melalui kepedulian kemanusiaan.
“Kami dari Organisasi Gabungnya Wartawan Indonesia mengapresiasi kepedulian jajaran Polri, khususnya Polres Cilegon, yang hadir dan memberikan perhatian kepada rekan-rekan wartawan yang sedang mengalami musibah.”katanya.
Samsul mengatakan, perhatian terhadap wartawan yang mengalami musibah merupakan bentuk solidaritas yang memiliki arti penting bagi insan pers.
“Bagi kami, kehadiran jajaran Polres Cilegon di tengah kondisi seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas. Kami tentu berharap komunikasi serta hubungan baik antara Polri dan insan pers dapat terus terjaga.”terangnya.
Ia juga menyampaikan doa agar seluruh korban segera mendapatkan kesembuhan.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan dan kesembuhan para korban. Kami mendoakan rekan-rekan wartawan dan seluruh korban agar segera pulih dan bisa kembali beraktivitas.”harapnya.
Samsul menegaskan, insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, menurut dia, hubungan yang sehat antara pers dan aparat penegak hukum perlu terus dibangun melalui komunikasi dan saling menghormati.
“Pers dan Polri memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama memiliki kepentingan dalam menjaga kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kemitraan yang baik harus terus dijaga tanpa mengurangi independensi pers.”tegasnya.
Terlepas dari informasi awal mengenai kecelakaan tersebut, penyebab pasti peristiwa masih perlu menunggu hasil pemeriksaan aparat berwenang.
Keterangan mengenai pintu minibus yang disebut terbuka secara tiba-tiba juga masih merupakan informasi awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab.
Penyelidikan kepolisian nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan secara lebih lengkap.
Hingga berita ini diterbitkan, perhatian utama tertuju pada kondisi para korban yang masih menjalani perawatan.
Solidaritas yang ditunjukkan Polres Cilegon pun menjadi catatan tersendiri bagi hubungan antara kepolisian dan insan pers di Kota Cilegon bahwa di tengah tugas dan profesi yang berbeda, kepedulian kemanusiaan tetap menjadi titik temu. (NBL)






