Kota Tangerang – Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang bersama Aliansi Mahasiswa Pemuda Menggugat Dugaan Penyerobotan Tanah Seluas 32 Hektare menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Tugu Bola Dunia Metland, Kota Tangerang, Rabu (12/8/26).
Massa aksi berkumpul sejak pukul 14:00 WIB dengan membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan.
Kehadiran elemen ormas dan mahasiswa ini sempat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Metland.
Wakil Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang, Haji Minarto mengungkapkan, salah satu anggota FBR (ahli waris) tanahnya di serobot oleh Metland.
”Ini ada anggota kita, ahli waris saudara Abdul Rahman yang tanahnya di serobot oleh pihak Metland. Ahli waris telah lebih dulu memiliki girik daripada Metland. Dari data kita luas tanah sekitar 32 hektare,” ungkap Minarto kepada wartawan usai aksi.
Minarto mengatakan saat ini tanah-tanah seluas 32 hektare tersebut sebagian masih kosong dan lainnya sudah dibangun oleh Metland (Pengembang). Diantaranya Mandaya Royal Hospital.
Lanjut dia, pihaknya (ahli waris) telah melakukan meditasi sebanyak dua kali akan tetapi belum menemukan titik temu alias masih buntu.
”Sudah ada dua mediasi tapi semuanya buntu,” ujar dia.
Pihaknya akan kembali menurunkan massa yang lebih besar lagi untuk melakukan aksi di lokasi yang sama bila hari ini tuntutan mereka tidak ada titik temu.
”Kalau terus ada kebuntuan kita akan melaporkan ke satgas mafia tanah, termasuk juga ke aparat penegak hukum (APH),” ujar Minarto.
”Kita akan terus lakukan aksi-aksi bilamana belum ada kepastian atau penyelesaian,” imbuhnya menegaskan.
Aksi unjuk rasa berjalan secara terbuka di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI hingga scurity Metland guna memastikan arus lalu lintas di sekitar kawasan Bundaran Tugu Bola Dunia Metland tetap berjalan kondusif.
Meskipun sempat terjadi kepadatan lalu lintas sesaat akibat konsentrasi massa, arus kendaraan perlahan dapat terurai setelah petugas melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan macet.
Perwakilan massa berharap aspirasi yang disuarakan melalui aksi bersama ini dapat segera mendapatkan tanggapan resmi dari pihak pengelola maupun instansi pemerintah daerah terkait.
Penulis : Doni
Editor : Red







