Jembatan Kalibaru Direvitalisasi 2 Bulan, Warga Hadapi Kemacetan Panjang

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi perbaikan jembatan Kalibaru

TANGERANG UTARA – Perbaikan Jembatan Kalibaru yang menghubungkan wilayah Teluknaga dan Pakuhaji akhirnya mulai dikerjakan. Proyek renovasi ini menjadi langkah darurat pemerintah untuk mengatasi kerusakan serius yang selama ini memicu kemacetan panjang hingga lebih dari 5 kilometer.

 

Pelaksanaan perbaikan dilakukan pada Rabu (18/4), dengan fokus utama pada pembenahan lantai jembatan yang mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi di kawasan Tangerang Utara.

 

Perwakilan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Provinsi Banten wilayah Utara, Abdul Rohim, menyampaikan bahwa proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan.

 

“Perbaikan ini bersifat renovasi, dengan target pengerjaan sekitar dua bulan. Pekerjaan difokuskan pada lantai jembatan, bukan keseluruhan struktur,” ujar Abdul Rohim saat di lokasi, Rabu (15/4).

 

Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan lebih kompleks. Jembatan yang dibangun pada 1985 itu awalnya hanya diperuntukkan bagi kendaraan bertonase ringan. Kini, kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton melintas setiap hari.

 

Situasi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kerusakan bukan sekadar faktor usia, melainkan akibat pembiaran terhadap kendaraan over tonase yang melintasi jalur tersebut tanpa pengawasan ketat.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan perbaikan berupa pembongkaran dan pengecoran ulang lantai beton setebal 25 cm. Sementara itu, antrean kendaraan masih mengular panjang.

 

Petugas kini membatasi kendaraan berat dan memutarbalikkan yang melebihi kapasitas. Namun kebijakan ini dinilai terlambat oleh sebagian warga.

 

Pertanyaannya, apakah perbaikan parsial ini cukup menjamin keselamatan jangka panjang? Ataukah Jembatan Kalibaru hanya sedang “ditambal sementara” sambil menunggu kerusakan yang lebih besar terjadi?

 

(NBL)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan
Tinjau Kekeringan di Kunciran Jaya, Wakil Wali Kota Tangerang Pasok Air Bersih dan Siapkan Mitigasi
Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Satu Tahun DKKT: Merawat Tradisi, Menagih Prestasi Seni Budaya Tangerang
Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang
Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak
Desak Perlindungan Konsumen Diperkuat, Hutomo Lim : Minta OJK Tindak Tegas PT Permata Finance Indonesia!
‎Ketua Umum LSM Komando M. Omar Rodhi Soroti Badan Gizi Nasional (BGN)
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Tinjau Kekeringan di Kunciran Jaya, Wakil Wali Kota Tangerang Pasok Air Bersih dan Siapkan Mitigasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak

Berita Terbaru