Dari Balik Wajan Gorengan: Kisah Inspiratif Seorang Ibu yang Berhasil Mengantar Anaknya ke Bangku Kuliah

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ibu Iis, Warga kp kebontiwu, Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur saat melayani pembeli

 

Cianjur,– Di sudut sebuah teras rumah sederhana, kepulan asap dari wajan berisi minyak panas menjadi saksi bisu perjuangan seorang ibu. Ibu Iis Khojanah, yang sehari-harinya berjualan gorengan, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk memberikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya.

 

Setiap hari, sebelum matahari terbit, Ibu Iis sudah mulai meracik adonan. Dengan modal ketekunan dan doa, ia menjajakan pisang goreng, tahu, dan bakwan tepat di depan rumahnya.

 

Meski keuntungan dari setiap potong gorengan terbilang kecil, konsistensi yang ia jalani lebih dari 1 Dekade akhirnya membuahkan hasil yang mengharukan.

 

Pendidikan Sebagai Prioritas Utama

Ibu Iis selalu memegang teguh prinsip bahwa pendidikan adalah “eskalator” bagi masa depan anak-anaknya.

 

Berkat jerih payahnya mengaduk adonan di bawah terik matahari dan hawa panas kompor, ia berhasil menyekolahkan semua anaknya.

 

Puncaknya, anak pertamanya yang bernama Adinda, berhasil melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi swasta, sebuah pencapaian yang sempat dianggap mustahil oleh lingkungan sekitar.

 

“Saya hanya ingin anak-anak punya nasib yang lebih baik dari ibunya. Selama saya masih kuat memegang sodet, saya akan terus berjuang agar mereka tidak putus sekolah,” ujar Ibui Iis dengan mata berkaca-kaca.

 

Simbol Ketangguhan Perempuan

Kisah ini bukan sekadar tentang berjualan makanan, melainkan tentang resiliensi seorang ibu dalam menghadapi tantangan hidup.

 

Di tengah kenaikan harga bahan pokok, Ibu Iis tidak menyerah dan tetap bertahan demi biaya semester dan kebutuhan sekolah anak-anaknya.

 

Keberhasilan Adinda masuk ke perguruan tinggi menjadi bukti nyata bahwa doa dan kerja keras yang dibarengi dengan dukungan keluarga mampu mendobrak batasan ekonomi.

 

Tentang Ibu Iis adalah warga Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon yang dikenal ramah dan ulet dapat menjadi motivasi bagi keluarga lain di pedesaan untuk terus memperjuangkan pendidikan anak meskipun di tengah tantangan ekonomi yang berat. (Nbl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diam-Diam Menguras Listrik: AC Split Boros dan Kabel Tak Standar Picu Tagihan Membengkak
Dari Karyawan ke Pengusaha, Kisah Fauzan Fadel Muhammad Menuju Kursi Ketua Umum Kadin Gorontalo
Pahlawan yang Tak Dirayakan: Bertaruh Nyawa Melawan Patogen di Balik Tumpukan Sampah Teluknaga
Arus Balik Lebaran 2026: Simpang Gadog Membeludak, Ribuan Pemotor dari Arah Puncak Mulai Padati Jalur Menuju Jakarta
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:09 WIB

Diam-Diam Menguras Listrik: AC Split Boros dan Kabel Tak Standar Picu Tagihan Membengkak

Rabu, 15 April 2026 - 22:38 WIB

Dari Karyawan ke Pengusaha, Kisah Fauzan Fadel Muhammad Menuju Kursi Ketua Umum Kadin Gorontalo

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:56 WIB

Pahlawan yang Tak Dirayakan: Bertaruh Nyawa Melawan Patogen di Balik Tumpukan Sampah Teluknaga

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:03 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Simpang Gadog Membeludak, Ribuan Pemotor dari Arah Puncak Mulai Padati Jalur Menuju Jakarta

Senin, 9 Maret 2026 - 06:20 WIB

Dari Balik Wajan Gorengan: Kisah Inspiratif Seorang Ibu yang Berhasil Mengantar Anaknya ke Bangku Kuliah

Berita Terbaru