CILEGON,- Kontingen Kabupaten Tangerang tampil gemilang dalam Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potradda) III tingkat Provinsi Banten. Para pelajar yang mewakili Kabupaten Tangerang berhasil meraih tujuh medali emas sekaligus mengantarkan daerahnya menjadi juara umum.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang Potradda III yang berlangsung di Kota Cilegon, Jumat, 30 Oktober 2026. Kompetisi ini diikuti para siswa dan siswi yang mewakili kabupaten dan kota se-Provinsi Banten.
Tujuh medali emas tersebut berasal dari empat cabang olahraga tradisional, yakni engrang, bakiak, gasing, dan hadang.
Pada cabang engrang, kontingen Kabupaten Tangerang meraih emas dari kategori putra dan putri. Prestasi serupa juga dicatatkan pada cabang bakiak dan hadang, masing-masing melalui kategori putra dan putri.
Sementara itu, pada cabang gasing, Kabupaten Tangerang meraih medali emas di kategori putra.
Keberhasilan ini menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga tradisional di kalangan pelajar Kabupaten Tangerang. Selain mengejar prestasi, ajang tersebut juga menjadi sarana mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada generasi muda.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Asep Suherman memberikan piagam penghargaan kepada para atlet Olahraga Tradisional
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, mengapresiasi perjuangan para atlet pelajar yang berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih tujuh medali emas sekaligus merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potradda) III tingkat Provinsi Banten.
Menurut Asep, capaian tersebut merupakan hasil dari semangat juang, kerja keras, kedisiplinan, serta kekompakan para atlet pelajar dalam mengikuti setiap pertandingan. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan olahraga di Kabupaten Tangerang.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan seluruh atlet pelajar yang telah tampil maksimal dan berhasil membawa Kabupaten Tangerang menjadi juara umum Potradda III Provinsi Banten. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda kita mampu berprestasi melalui olahraga tradisional,” ujar Asep kepada Cakra Banten dilokasi kegiatan.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari upaya menanamkan nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa kepada generasi muda.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan masa lalu, melainkan bagian dari kekayaan budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Melalui ajang seperti Potradda, kita ingin menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap permainan tradisional sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Asep berharap, prestasi di Potradda III ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan, sekaligus mendorong sekolah dan seluruh pemangku kepentingan agar lebih aktif mengenalkan serta mengembangkan olahraga tradisional di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Pembinaan harus terus berjalan agar semakin banyak atlet pelajar Kabupaten Tangerang yang mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan olahraga tradisional tetap hidup, dikenal, dan diminati oleh generasi penerus,” tuturnya. (NBL)






