Ilustrasi Aksi begal di Jembatan Saitam, Teluknaga, Tangerang, menimpa seorang ibu pedagang ayam. Uang jutaan rupiah dan dokumen penting dirampas pelaku bersenjata tajam.
KABUPATEN TANGERANG – Aksi begal kembali meresahkan warga Kecamatan Teluknaga. Seorang ibu pedagang ayam potong, Rohaya, menjadi korban perampokan bersenjata tajam di teras rumahnya sendiri di Kampung Belimbing, Desa Babakan Asem, Selasa (dini hari).
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban hendak membuka usaha depot ayam potong di depan rumahnya. Tanpa diduga, dua orang pemuda mendatangi lokasi dan langsung melakukan aksi perampasan dengan mengancam menggunakan senjata tajam.
Korban, Rohaya, menuturkan pelaku beraksi cepat dan terorganisir. Dalam hitungan menit, pelaku berhasil menguasai situasi dan merampas sejumlah barang berharga milik korban.
“Uang setoran ayam jutaan rupiah dibawa, termasuk identitas dan nota bon,” ujar Rohaya dengan suara bergetar.
Korban sempat melakukan perlawanan. Namun upaya tersebut terhenti setelah pelaku mengancam dengan senjata tajam. Dalam kondisi terdesak, korban hanya bisa berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, kedua pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian tanpa tertangkap.
Insiden begal di kawasan Jembatan Saitam ini menambah daftar panjang tindak kriminalitas yang terjadi di wilayah Teluknaga, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuh.
Hingga saat ini, korban diketahui belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kondisi psikologis korban masih terguncang dan mengalami trauma pascakejadian.
Warga setempat berharap aparat penegak hukum segera meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas, terutama di kawasan permukiman dan jalur sepi seperti Jembatan Saitam. (NBL)







