Jembatan Kalibaru retak, perbaikan Jembatan Kalibaru, PUPR Banten, UPTD PJJ Tangerang
KABUPATEN TANGERANG,– Retakan yang muncul di badan Jembatan Kalibaru pada ruas Mauk–Teluknaga, Kabupaten Tangerang, langsung direspon cepat oleh pemerintah. Jembatan yang menjadi akses vital mobilitas masyarakat pesisir itu kini tengah menjalani penanganan darurat guna mencegah kerusakan semakin meluas.
Langkah cepat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Jalan dan Jembatan Tangerang di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten. Tim teknis segera diterjunkan untuk melakukan pengecekan serta penanganan awal terhadap retakan yang ditemukan pada struktur jembatan.
Kepala UPTD PJJ Tangerang, H. Hamdan, bahkan turun langsung ke lokasi guna memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat.
“Saya langsung kerahkan tim tenaga kerja untuk mengantisipasi retakan jembatan ini agar tidak semakin parah,” ujar Hamdan saat meninjau proses pengerjaan di lapangan.
Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melintasi Jembatan Kalibaru hingga proses perbaikan teknis selesai dilakukan.
“Kami meminta masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif sementara waktu agar proses perbaikan bisa berjalan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Ray Sukari, Relawan Perbup 12 asal Teluknaga, menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang dilakukan oleh tim teknis UPTD PJJ di lapangan.
Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan kesigapan pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan akses transportasi tetap menjadi perhatian utama.
“Kami mengapresiasi respon cepat UPTD PJJ yang langsung turun melakukan penanganan. Ini penting untuk mencegah kerusakan semakin parah sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujar Ray Sukari.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung serta mengikuti arahan petugas dengan menggunakan jalur alternatif yang telah disarankan.
Diketahui, Jembatan Kalibaru merupakan salah satu jalur strategis penghubung aktivitas masyarakat pesisir di Kabupaten Tangerang. Setiap hari, jembatan tersebut dilalui kendaraan masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi warga di kawasan Mauk dan Teluknaga.
Dengan penanganan cepat yang dilakukan pemerintah, masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga arus transportasi kembali normal dan aman dilalui. (NBL)






