Pemkot Serang melakukan efisiensi APBD dengan memangkas anggaran perjalanan dinas. Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan anggaran akan dialihkan untuk program yang langsung dirasakan masyarakat.
SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali melakukan langkah efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kebijakan ini dilakukan dengan memangkas sejumlah pos belanja yang dinilai belum berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Langkah efisiensi anggaran tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan fiskal daerah serta mendorong penggunaan anggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Fokus efisiensi diarahkan pada kegiatan yang bersifat rutin, namun dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pelayanan publik. Anggaran dari pos tersebut nantinya akan dialihkan untuk mendukung program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukan sekadar wacana, tetapi sudah mulai diterapkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah pengurangan anggaran perjalanan dinas yang selama ini menyerap cukup besar dari belanja daerah.
“Efisiensi sudah berjalan dan akan terus kami tingkatkan, terutama pada perjalanan dinas. Anggaran tersebut harus dialihkan ke sektor yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Budi, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat. Setiap penggunaan anggaran daerah harus memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Serang.
Karena itu, Pemkot Serang akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program kegiatan yang dianggap kurang produktif atau tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik.
Selain itu, Budi juga mendorong DPRD Kota Serang untuk ikut berpartisipasi dalam upaya efisiensi anggaran tersebut. Salah satunya dengan menekan kegiatan studi banding maupun perjalanan dinas yang dinilai tidak terlalu mendesak.
“Ini soal keberpihakan. Anggaran harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan habis untuk kegiatan yang tidak berdampak signifikan,” tegasnya.
Dengan langkah efisiensi ini, Pemkot Serang berharap alokasi anggaran daerah dapat lebih optimal untuk membiayai program pembangunan, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***/Red)






