LEBAK,– Kabupaten Lebak mengukuhkan posisinya sebagai destinasi primata di Provinsi Banten. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 1447 H/2026 M, dengan total mencapai 131.697 pengunjung yang memadati berbagai titik destinasi unggulan.
Gairah pariwisata ini tidak hanya terlihat dari kerumunan massa di objek wisata, tetapi juga berdampak langsung pada sektor perhotelan. Tingkat hunian hotel (occupancy rate) di wilayah Lebak menyentuh angka 63,37 persen, memberikan sinyal positif bagi percepatan pemulihan ekonomi daerah pasca-pandemi dan dinamika ekonomi nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Yosep Muhamad Holis, mengungkapkan bahwa wisata bahari tetap menjadi tulang punggung pariwisata Lebak. Kawasan Sawarna, yang tersohor dengan keindahan lanskap pantai dan ombaknya, menjadi kontributor terbesar.
“Lonjakan ini adalah bukti kepercayaan wisatawan terhadap destinasi kami semakin tinggi. Pantai Sawarna tetap menjadi ikon dengan kunjungan mencapai 45.000 orang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan,” ujar Yosep dalam keterangan resminya, Minggu (29/3).
Berdasarkan data Disbudpar Lebak, berikut adalah lima besar destinasi yang paling banyak diminati pelancong:
Pertama Pantai Sawarna tercatat sebagai destinasi terpopuler dengan jumlah kunjungan mencapai 45.000 wisatawan selama libur Lebaran.
Kedua Pantai Bagedur mencatat 15.135 kunjungan. Pantai ini dikenal dengan garis pantainya yang panjang dan pasir yang landai, cocok untuk wisata keluarga.
Ketiga Goa Langir dan Goa Lalay dengan total 10.973 pengunjung. Wisata ini menawarkan pengalaman petualangan sekaligus keindahan alam bawah tanah.
Keempat Destinasi religi dan budaya Prabu Wong Sagati juga menarik perhatian dengan jumlah kunjungan mencapai 10.043 orang. Tempat ini memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat.
kelima Wisata Lereng Cibolang mencatat 5.959 pengunjung. Kawasan ini menawarkan panorama pegunungan yang sejuk dan cocok untuk wisata alam.
Yosep menjelaskan bahwa kontribusi sektor pariwisata kali ini memberikan efek domino (multiplier effect) yang nyata bagi masyarakat lokal. Perputaran uang selama libur Lebaran mengalir mulai dari sektor penginapan, jasa pemandu, kuliner, hingga pelaku UMKM produk khas Lebak.
“Aktivitas wisata ini adalah motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami melihat ekonomi warga bergerak sangat dinamis di sekitar titik-titik kunjungan,” tambahnya.
Menanggapi tren positif ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana. Fokus utama ke depan adalah peningkatan aspek keamanan (safety) dan kenyamanan wisatawan guna memastikan ekosistem pariwisata di Lebak bersifat berkelanjutan.
Dengan capaian yang melampaui target ini, sektor pariwisata diproyeksikan akan terus menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Kabupaten Lebak di masa depan, sekaligus mempertegas identitas Lebak sebagai surga wisata di ujung barat Pulau Jawa. (Red)












