Asap Diduga Pembakaran Sampah Tigaraksa Picu ISPA, Warga Minta Pemkab Tangerang Bertindak

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap yang diduga berasal dari pembakaran sampah di Desa Matagara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan warga karena memicu gangguan pernapasan

 

 

TIGARAKSA,- Belum reda persoalan kebakaran di TPA Jatiwaringin, warga Kabupaten Tangerang kembali menghadapi ancaman pencemaran udara. Kali ini, asap yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di belakang Rumah Sakit Harapan Mulya, Kampung Serdang, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, dikeluhkan karena mengganggu kesehatan masyarakat.

 

Asap pekat dilaporkan mengepul hampir setiap hari dan terbawa angin hingga memasuki kawasan permukiman. Warga menyebut sebaran asap mencapai lebih dari satu kilometer dengan bau menyengat yang mereka nilai menyerupai asap pembakaran kabel.

 

Kondisi itu membuat sebagian warga mengaku mengalami gangguan pernapasan. Mereka khawatir paparan asap yang terus berlangsung dapat memperburuk kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

 

 

 

Salah seorang warga Kampung Serdang, Rohmat, mengatakan dirinya mengalami sesak napas dan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah beberapa hari menghirup asap tersebut. Menurutnya, keluhan serupa juga dirasakan oleh anggota keluarganya serta sejumlah warga di sekitar lokasi.

 

“Asapnya sangat pekat dan baunya menyengat. Kalau angin mengarah ke rumah, kami terpaksa menutup pintu dan jendela, tapi baunya tetap masuk. Saya mengalami sesak napas, keluarga juga ikut merasakan. Beberapa tetangga bahkan mengeluhkan hal yang sama. Kami khawatir kalau kondisi ini terus dibiarkan karena yang menghirup asap bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak,” kata Rohmat.

 

Rohmat mengaku, berdasarkan pengetahuannya, lokasi tersebut kerap menerima sampah yang diduga berasal dari luar wilayah sekitar. Ia juga memperoleh informasi bahwa setiap kendaraan yang membuang sampah dikenakan biaya oleh pengelola. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

 

“Setahu saya, sampah yang masuk bukan hanya dari warga sekitar. Informasinya, setiap yang buang sampah membayar ke pengelola. Kalau memang benar seperti itu, pemerintah harus mengecek legalitasnya. Jangan sampai ada aktivitas yang diduga tidak berizin tetapi dampaknya justru ditanggung masyarakat,” ujarnya.

 

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa sumber asap, mengusut dugaan aktivitas pembakaran sampah, serta menelusuri status perizinan lokasi penampungan sampah tersebut. Menurutnya, penegakan aturan harus dilakukan apabila ditemukan adanya pelanggaran.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Cakra Banten telah berupaya meminta konfirmasi kepada dinas terkait mengenai dugaan aktivitas pembakaran sampah dan legalitas lokasi tersebut. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

 

Berita ini akan diperbarui setelah pemerintah daerah maupun pihak pengelola memberikan hak jawab dan keterangan resmi. (NBL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan
Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Satu Tahun DKKT: Merawat Tradisi, Menagih Prestasi Seni Budaya Tangerang
Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang
Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak
Program Bang Pendi Buka Akses Pendidikan Paket B dan C bagi Warga Teluknaga
Komite II DPD RI dan KKP Perkuat Koordinasi, Teluknaga Jadi Titik Pendalaman Informasi
Dari Pesta Siaga, Teluknaga Siapkan Generasi Tangguh untuk Indonesia Emas 2045
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak

Rabu, 9 September 2026 - 18:57 WIB

Program Bang Pendi Buka Akses Pendidikan Paket B dan C bagi Warga Teluknaga

Berita Terbaru