Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Akibat Angin Kencang, Pemkab Tangerang Kerahkan Water Bombing

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang

 

KABUPATEN TANGERANG,- Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih menjadi perhatian serius. Kencangnya embusan angin membuat kobaran api dengan cepat merambat ke area timbunan sampah lainnya hingga mencapai puncak gunungan sampah, sehingga menyulitkan proses pemadaman dari jalur darat.

 

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam upaya pengendalian kebakaran. Saat api pertama kali muncul, angin berembus sangat kencang sehingga mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik di kawasan TPA.

 

“Pada saat api itu muncul, angin begitu besar dan kencang sehingga merambat ke lokasi timbunan sampah lainnya,” kata Maesyal kepada wartawan, Rabu, 1 Juli 2026.

 

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta dukungan dari PLTU telah mengerahkan sekitar 15 unit armada pemadam kebakaran. Hingga pukul 02.00 WIB, sejumlah titik api berhasil dikendalikan.

 

Namun, perubahan arah angin ke wilayah selatan kembali memicu munculnya titik-titik api di sisi utara TPA yang sulit dijangkau armada pemadam. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengerahkan bantuan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.

 

“Saat ini helikopter masih memasang bucket di Pondok Cabe. Setelah itu langsung menuju ke sini untuk melakukan metode water bombing. Mudah-mudahan segera datang dua helikopter,” ujar Maesyal.

 

Asap pekat yang dihasilkan kebakaran juga berdampak pada kawasan permukiman di sekitar TPA. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah mengevakuasi warga terdampak ke Kantor Kepala Desa Tanjakan Mekar.

 

Data sementara mencatat sebanyak 30 kepala keluarga atau 62 jiwa telah menempati posko pengungsian. BPBD menyediakan kasur, logistik, serta kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat membuka posko layanan kesehatan untuk memantau kondisi warga. Masker juga dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

 

“Tadi saya cek kembali, warga yang ditempatkan di kantor kepala desa dalam keadaan sehat walafiat. Dinas Kesehatan juga membagikan masker untuk masyarakat sekitar yang terdampak asap,” kata Maesyal.

 

Meski kebakaran belum sepenuhnya padam, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan. Truk-truk sampah yang sempat mengantre dialihkan sementara ke lahan kosong yang biasa difungsikan sebagai area parkir agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat tidak terganggu. (NBL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cakrabanten.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan
Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Satu Tahun DKKT: Merawat Tradisi, Menagih Prestasi Seni Budaya Tangerang
Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang
Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak
Program Bang Pendi Buka Akses Pendidikan Paket B dan C bagi Warga Teluknaga
Komite II DPD RI dan KKP Perkuat Koordinasi, Teluknaga Jadi Titik Pendalaman Informasi
Dari Pesta Siaga, Teluknaga Siapkan Generasi Tangguh untuk Indonesia Emas 2045
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Teras Desa Diluncurkan di Teluknaga, Warga Kini Punya Kanal Digital untuk Mengawal Pembangunan

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Program Ruang Bersama Indonesia Hadir di Teluknaga, Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Catatan dari HUT Ke-1, “MENYULAM WAKTU, MERAWAT BUDAYA” Satu Tahun Jejak Gemilang DKKT Menjaga Napas Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Ulama, Santri dan Tokoh Masyarakat Temui Bupati Tangerang, Rencana Kegiatan Civas Regal di PIK 2 Ditolak

Rabu, 9 September 2026 - 18:57 WIB

Program Bang Pendi Buka Akses Pendidikan Paket B dan C bagi Warga Teluknaga

Berita Terbaru