Polsek Teluknaga, Polrestro Tangerang kota Gelar Razia Besar di Airport City
TANGERANG,- Dini hari di kawasan Airport City, Teluknaga, mendadak berubah tegang. Puluhan polisi berseragam lengkap turun ke jalan menggelar razia besar-besaran untuk memburu potensi tawuran remaja hingga pelaku kejahatan jalanan yang kerap bergerak saat warga terlelap.
Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dalam implementasi program Jaga Jakarta+ itu digelar Minggu (24/5/2026) sejak pukul 00.30 WIB. Sebanyak 17 personel diterjunkan langsung dipimpin Kapolsek Teluknaga IPTU Kevin Hotlando.
Sebelum bergerak, aparat lebih dulu menggelar apel kesiapan di halaman Mapolsek Teluknaga. Setelah itu, petugas menyisir kawasan Komplek Airport City di Jalan Raya Kampung Melayu—lokasi yang dinilai rawan menjadi titik kumpul remaja hingga lintasan aksi kriminalitas malam hari.
Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dihentikan satu per satu. Polisi memeriksa identitas pengendara, barang bawaan, hingga memantau kelompok pemuda yang masih nongkrong lewat tengah malam.
Razia itu difokuskan untuk mengantisipasi tawuran, aksi begal, pencurian kendaraan bermotor, hingga tindak kriminal kategori 3C—curas, curanmor, dan curat—yang kerap meresahkan masyarakat.
Usai razia stasioner, patroli mobile dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan gelap dan titik rawan yang kerap dijadikan arena balap liar maupun lokasi berkumpulnya kelompok remaja pada dini hari.
Kapolsek Teluknaga IPTU Kevin Hotlando menegaskan patroli malam akan terus diperketat sebagai langkah preventif menekan kriminalitas jalanan dan gangguan kamtibmas.
“Kami melaksanakan kegiatan Cipta Kondisi Implementasi Jaga Jakarta+ dengan pola razia stasioner dan patroli mobile guna mengantisipasi tawuran, 3C, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polsek Teluknaga,” ujar Kevin, Minggu (24/5/2026).
Menurut dia, kehadiran polisi pada jam-jam rawan merupakan bentuk respons terhadap keresahan masyarakat atas maraknya aksi kriminalitas dan tawuran yang melibatkan remaja pada malam hingga menjelang subuh.
Polisi juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di malam hari. Orang tua diminta lebih aktif memastikan anak tidak berkeliaran hingga dini hari yang berpotensi berujung tawuran maupun pelanggaran hukum.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hari agar tidak terlibat tawuran ataupun aktivitas yang berpotensi melanggar hukum,” katanya.
Hingga operasi berakhir sekitar pukul 02.00 WIB, situasi di wilayah hukum Polsek Teluknaga dilaporkan aman dan kondusif. Polisi mengklaim tidak menemukan gangguan menonjol selama patroli berlangsung. (NBL)






