TELUKNAGA, TANGERANG,– Tradisi ziarah kubur atau nyekar menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi momentum panen rejeki bagi warga di sekitar area pemakaman di Kampung Rawa Jambe Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Sabtu (21/3/26) siang.
Ribuan peziarah yang datang silih berganti membuat omzet para pedagang bunga musiman dan pedagang asongan meningkat hingga 300 persen dibanding hari biasa.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan peziarah memadati akses masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Jambe sejak pagi hari. Fenomena ini dimanfaatkan warga lokal dengan menjajakan paket bunga tabur, air mawar, hingga jasa parkir swadaya.
Salah satu pedagang bunga di kawasan Teluknaga, Aminah (45), mengaku telah mempersiapkan stok bunga tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya.
“Kalau hari biasa pendapatan paling Rp. 30.000 sampai Rp. 50.000. Tapi hari ini, omzet bisa tembus Rp300.000 lebih,” ujar Aminah saat ditemui di lapaknya, Sabtu (21/3/2026).
Harga satu paket bunga tabur yang biasanya dijual seharga Rp5.000, kini mengalami penyesuaian menjadi Rp10.000 karena tingginya permintaan dan naiknya harga bahan baku dari pengepul.
Multiplier Effect bagi Ekonomi Lokal.
Selain pedagang bunga, dampak ekonomi juga dirasakan oleh:
– Jasa Pembersih Makam: Warga sekitar yang membantu mencabut rumput dan membersihkan nisan mendapatkan imbalan sukarela yang cukup untuk menambah uang saku Lebaran.
– Sektor Kuliner: Warung makan dan penjual minuman dingin di sekitar makam melaporkan stok dagangan mereka habis lebih cepat dari biasanya.
– Pengelola Parkir: Warga sekitar yang mengelola kantong-kantong parkir dadakan membantu mengurai kemacetan sekaligus menggerakkan roda ekonomi lingkungan.
Tradisi nyekar di Teluknaga diprediksi masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan, seiring dengan masih berlangsungnya masa libur Lebaran dan arus balik masyarakat. (Nbl)
















